Tampilkan postingan dengan label Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muda. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

[Tips Buat Laki-laki] Supaya Kencan Tidak Batal

http://www.pickthebrain.com/
Buat kamu yang masih pedekate atau baru jadian, pastilah menginginkan kencan sesempurna mungkin. Tapi kadang-kadang ada hal-hal yang bisa membuat kencan kamu batal total bila tidak disiasati. Okay lah…mari kita simak beberapa kejadian di bawah ini yang berpotensi membatalkan kencan :

1. Ayah pacar kamu :
Seorang Ayah pasti akan sangat over protective menjaga anak perempuannya.  Untuk itu kamu harus bisa mengambil hatinya. Yakinkan ke si Om calon mertua kamu itu bahwa kamu adalah laki-laki yang berkualitas. Sebelum ketemu Ayahnya coba kamu cari tau apa yang disukai sekaligus tidak disukai oleh calon mertua kamu itu. Jadi jangan tanpa persiapan.
Misalkan, si Om suka main catur tapi kamu ajak main Monopoli. Si Om suka politik, eh…malah kamu bacain puisi –biar kesannya kamu penyair gitu? Whahahaha.

Kamu juga harus jujur, bukan ngak mungkin si Om akan nanya beberapa pertanyaan klasik orang tua. Misal : Rumah di mana? Ayah kamu kerja di mana? Dan seterusnya…dan seterusnya.
jadi kamu harus ngomong apa adanya, ngak usah ngaku-ngaku anaknya Hotman Paris segala…whekekek. Karena sekalinya ngak jujur kamu pasti langsung di blacklist dan kecil kesempatan bertemu putrinya kembali –nah loh, udah siap? Yakin pengen kembali jadi jomblo? Whahahahah. Para Jomblo dilarang sensi :D

2. Gangguan si adek kecil :
Lepas dari sang Ayah, masuklah si Adek kecil. Awalnya mungkin tidak terlalu mengganggu, etapi lama-lama kadang si kecil ini keluar usilnya. Misalkan dia akan duduk di tengah-tengah antara kamu dan pacar kamu. Jadi kamu juga harus punya persiapan. Misalnya, bawain adek pacar kamu permen atau kalo perlu bawain Pizza. Pokoknya cari tau apa kesukaan adek pacar kamu. Tapi bukan berarti semua akan berjalan mulus, jadi harus siap punya plan B. Simak kisah di bawah ini :

“ Adek manis, ini kakak bawain permen cup a cup.”

“Yahhh…kok Cuma permen cup a cup. Udah sering beli di warung,kak…padahal kemaren kak Doni  bawain kakakku Pizza loh.” –who’s Doni? Kalem man, no big deal. Santai aja jangan sampai sebuah nama bisa membuat bad mood dan membatalkan kencan.

Kembali fokus ke si adek yang udah dikasih permen malah manas-manasin dengan bilang kakaknya banyak yang ngapelin –si kak Doni itu, whahaha.  Itu sebab saya sarankan kamu bawain Pizza –biar si adek ngantuk trus tidur en ngak ganggu-ganggu lagi. Kalo perlu bawain nasi padang pake rendang pasti lebih nendang, dijamin si adek langsung tidur telentang –whareg.

3. Ketemu mantan :
Yang harus kamu lakukan adalah pura-pura aja ngak ngeliat mantanmu itu. Mau dia sekarang keliatan lebih kece atau kok semenjak putus, mantan kamu jadi cantik bet. Ya sudah selow aja, toh sekarang kamu lagi pedekate sama cewek manis yang lagi kamu gandeng, jadi ngak usah repot –kalem.  Etapi tenyata mantan kamu itu ngeliat dan kemudian menegur kalian berdua.  Apa yang harus kamu lakukan? 

Sebisa mungkin jangan bilang ke cewek kamu kalo dia itu mantan kamu –karena bisa berakhir tidak menyenangkan dan membuat pacar baru kamu cemburu. Say hello aja abis gitu…wuzz –ngilang, jauh-jauh dari mantan kamu itu. Jangan kasih kesempatan mantan kamu ngobrol dengan pacar kamu soalnya bisa gawat. Simak kasus di bawah ini :

“Halo saya Mira, kamu pacar baru Dion ya? Eh kamu tuh potong rambut ya? Kok maren yang diboncengin Dion rambutnya panjang sih?” padahal yang mantan kamu maksud itu adalah Ririn, temen satu kampus yang maren pulang bareng sama kamu. And she is only just a friend –jus paling pait.

Ya sudah sekian dulu tips dari saya nyah, nanti kapan-kapan kita cerita-cerita lagi yah…:D

Sumber: muda.kompasiana.com

Kamis, 20 Maret 2014

Yang Lebih Penting Daripada Kecantikan

Angelina Jolie. Images : businessinsider.com
Kita hidup dalam masyarakat yang selalu memamerkan kecantikan. Iklan dan acara-acara di televisi diperankan orang-orang cantik. Orang-orang cantik ada di sekitar kita . . . .

Secara visual mereka memang cantik. Mereka membuat produk terlihat lebih baik, dan membuat pakaian tampak lebih menarik. Tapi ketika Anda melihat kepada pasangan Anda sendiri, pasangan Anda nilainya seolah berada di bawah standar kecantikan seperti yang sering ndi lihat di tv.

Jadi, dalam suatu hubungan, apa yang lebih penting daripada kecantikan ?
.
Intelektual Yang Luas Dan Menarik

Tidak dapat disangkal, kita seringkali tertarik pada kecantikan seseorang pada pandangan pertama. Banyak perselingkuhan dibangun atas daya tarik fisik saja. Berapa lama bisa bertahan ? Ketika pembicaraan sering tidak nyambung, dapat diisi dengan kegiatan fisik bersama-sama. Tapi sebenarnya suatu hubungan tidak dapat dibangun pada hal itu saja. Memiliki tingkat intelektual dan wawasan yang luas serta memiliki kemampuan untuk mengadakan diskusi tentang suatu topik yang berarti, sangat penting dalam suatu hubungan, ketimbang cantik saja.
.
Bermartabat

Martabat tidak ada hubungannya dengan label harga pakaian, memiliki koleksi tas Hermes, atau jenis mobil yang dikendarai. Martabat adalah tingkat rasa hormat Anda di mata orang lain. Kaya dan terpandang, tapi kalau sikapnya buruk dan sukanya menjelek-jelekkan orang lain di depan umum, itu sama saja tidak bermartabat.
.
Kejujuran

Berapa lama Anda tinggal bersama seorang pembohong yang cantik atau tampan ? Jika Anda tidak mempercayai pasangan Anda, bagaimana Anda dapat membangun pondasi keluarga yang kuat ? Anda tidak bisa, tidak peduli seberapa cantiknya pasangan Anda !
.
Gairah

Gairah pada diri sendiri dan gairah kepada pasangan Anda. Seseorang yang bergairah tentang kehidupan, akan selalu menjaga hubungan agar selalu harmonis. Gairah akan membuat Anda bersemangat bangun pagi, mendambakan sesuatu yang terbaik pada hari itu. Orang yang bergairah akan jauh lebih menarik daripada orang cantik tapi tidak bergairah. Beneran . . .
.
Kebaikan

Sejalan dengan “martabat”, kebaikan merupakan bagian yang tak terpisahkan. Jika Anda tidak pernah menunjukkan sifat baik kepada pasangan Anda, makan keluar pun Anda bakalan berantem dengan pelayan restoran, kemungkinan besar hubungan Anda akan berumur pendek.
.
Konsistensi

Konsistensi adalah sesuatu yang harus Anda tunjukkan ke pasangan Anda. Kalau selama pacaran Anda bersikap manis, lalu setelah berkeluar Anda sering ngomel-ngomel, bagaimana pasangan Anda akan serius mempertahankan komitmen untuk hidup bersama Anda sampai tua ?
.
Empati

Empati adalah sikap penuh kasih dan selalu mendukung kepada pasangan. Tak seorangpun ingin hidup sepanjang waktu bersama dengan orang yang tidak pernah mau mendukung pasangannya.
.
Menjadi Diri Sendiri

Menjadi diri sendiri apa adanya, lebih penting daripada kecantikan. Ingatlah, kecantikan suatu saat dapat memudar, baik karena kesehatan atau berjalannya usia.
.
Jangan salah paham, ketertarikan fisik memainkan peranan utama dalam suatu hubungan. Cinta adalah soal membangun keintiman, dan keintiman membangun cinta. Tapi sebenarnya adalah sebagian besar waktu Anda dalam suatu hubungan akan dihabiskan di luar kamar tidur. Menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, menonton TV, mengendarai mobil, bekerja, atau keluar untuk suatu acara.
.
.
Ingat : Anda apat memiliki persahabatan tanpa hubungan khusus, tetapi Anda tidak bisa memiliki hubungan khusus tanpa persahabatan.

Sumber: muda.kompasiana.com

Minggu, 22 Desember 2013

Gagal Move On

Sumo atau susah move on, atau gagal move on, merupakan salah satu dari indikasi galauing. Penyakit yang cukup gawat, karena semua jadi ngga enak. Mau kembali ke masa lalu, apa boleh buat dia udah jadi mantan. Mau loncat ke masa depan, apa iya mantan mau balikan? Begitu lihat di masa sekarang, beneran deh, kalau dulu dia adalah alasan untuk semua kebahagiaan, sekarang dialah alasan untuk semua kesedihan.

Eaaa…segitunya?

Meskipun belum pernah merasakan karena kebetulan pacaran cuma sekali, dan langsung jadi (jadi nikah maksudnyaaa…) tapi kalau saya amati kasihan juga yah orang-orang yang gagal move on itu. Ada sepasang mahasiswa yang awalnya luntang lantung bersama, lalu begitu putus, langsung ngilang dua-duanya, cuti dari semua kegiatan kampus. Terlambat juga dari jatah lulusnya.

Untunglah cerita berakhir bahagia. Jika dulu sengaja ambil kelas barengan biar bisa sebelahan, sekarang ambil topik sengaja beda, biar dosen pembimbingnya ngga sama. Lalu ujiannya juga ngga sama dong, kan ngga asyik kalau kesannya lagi nungguin mantan. Akhirnya lulus dua-duanya, dengan nilai memuaskan.

Nah, ternyata dengan move on, atau mencoba bergerak, bisa menuai hasil yang lebih baik, plus sedikit demi sedikit menghilangkan kenangan yang sudah terlanjur merasuk di setiap sendi kehidupan kita. Ngga apa, waktu akan menyembuhkan. Bukankah ‘di setiap kesuksesan seseorang, akan ada mantan yang menyesal?’ *nyengir* Jadi move on dong, biar bisa angkat kepala tinggi-tinggi, ‘aku bisa loh, hidup tanpa kamu!’

Kalau ngga, bisa ketahuan gombalnya tuh…seperti cewek yang mengadu ke Mario Teguh.
‘Pak Mario, mantan saya pembohong!’
‘Loh, kenapa dinda?’
‘Dulu katanya, ngga bisa hidup tanpa saya. Kok sampai sekarang, dia ngga mati-mati?!’
Nah looo…pakai disumpahin segala…

Dari ranah Facebook dan Twitter, ketemu juga beberapa status atau twit yang lagi ngomongin mantan. Beberapa saya pindahkan kesini, tujuannya buat ngetawain diri sendiri, sekalian memicu semangat biar bisa move on. Misal seperti :

‘Mantan di seberang lautan tampak, jodoh di pelupuk mata tak tampak.’
Haduh, nyeseg banget ya jadi jodohnya. Sementara dia disibukkan dengan mantannya, malah jodoh yang dekat-dekat ngga terdeteksi. Ya itu akibatnya kalau gagal move on, seperti kucing yang mengejar buntut sendiri. Muteeer teruuuussss…

‘Seorang pemuda tewas karena tertimbun kenangan masa lalu’
Wah, ini lebih gawat lagi. Sampai tewas lo! Berarti kenangannya itu indaaah banget, sayangnya dia tidak bisa menerima kenyataan saat si kenangan itu berubah menjadi menyakitkan. Dia berkubang dalam perangkap waktu bernama masa silam. Hayo, baik ngga kaya gitu?
 
‘Karena itu, diam itu bukan emas. Diam di masa lalu misalnya.’
Ayo dong, bergerak, bergerak!
Salah satu caranya adalah unfollow twitter, unfriend facebook, hapus nomer hape, dan buang fotonya semua. Jangan lupa, password emailnya udah jangan pake nama dia lagi yaaa ^_^

Ciri gagal move on lainnya adalah masih berharap si mantan balikan. Contoh mengucapkan ‘gnite mantan’ sebagai sapaan itu prohibited alias dilarang banget! Jangan coba – coba bersikap sok perhatian gitu, karena dia ngga bisa move on, kitanya juga jadi ngga fokus. Misal ngaco dengan twit pamer ini.
 
‘Morning, handsome! Thank you for the great dinner last night. *oh itu minggu lalu*’
Nah kaaan, gagal move on menyebabkan gagal fokus. Jadi mending hadapi realita deh, daripada berpedoman,

‘Sebaik-baiknya mantan, lebih baik lagi kalo diajak balikan’
Yah, ini sih keliatan banget ngarepin ada U-turn, berharap si dia muncul dari kelokan jalan, dan kita lagi nungguin di pinggiran. Kok ngenes banget sih *lempar recehan* Sesekali jemput bola, eh si dia, bisa kan?

Atau, mendadak berpantun :
Jika ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi,
jika ada mantan ngajak balikan, kenangan pahitpun hilang sendiri’

Apa iya? Coba pikir lagi, terakhir bisa putus kenapa? Karena dia selengki? Udah, buanglah mantan pada tempatnya. Karena ngga jelas alasannya? Ya tanya dong, biar ngga penasaran. Atau dia mutusin sambil bilang, ‘kamu terlalu baik buat saya.’ Ah modus itu mah…modus. Modus buat deketin orang lain maksudnya :D

Eh by the way busway, gagal move on itu ternyata bisa terjadi di area lain ya, tidak cuma masalah asmara saja. Misalnya twit berikut ini :

‘Hore!!!
Sebentar terima raport. Kira-kira ranking berapa yah?’

#GagalMoveOn dari SMA

Atau contoh yang lain ini:
Ga ada kakaknya adiknya pun jadi, ga ada Zaenal Ariefnya Yandi Sofyan juga boleh’
#gagalmoveon di sepakbola

Kalau #gagalmoveon di politik, gimana?
‘Mungkin 2015 Bu Ani bakal ngetwit: “Duh, kangen dikawal paspampres :(“

#Gagal move on di game ya bisa juga loh, saking kecanduannya.
‘Abis subuhan, penasaran lanjutin level 83… belon tembus’

Jadi, hayo to, move on. Sebentar lagi akhir tahun, rugi kalau tahun depan dihiasi dengan harapan, semoga balikan sama mantan. Kalau sudah takdir, ya jodoh pasti bertemu by Afgan. Tapi kalau ngga, setidaknya kita sudah mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih berguna. Nyari gebetan, contohnya.

Yang penasaran dengan tipsnya, bisa lanjut ke artikel ini:
Diputusin, Emang Gue Pikirin?
Buanglah Mantan Pada Tempatnya
***

Sumber:  muda.kompasiana.com

Kamis, 11 Juli 2013

Siapa Bilang Sirik Tanda Tak Mampu?!

Tak selamanya mendung itu kelabu dan tak selamanya sirik itu tanda tak mampu. Istilah sirik tanda tak mampu, saya rasa sudah cukup familiar di telinga kita. Tapi Sirik yang dimaksud disini bukan Syirik dalam artian menyekutukan Tuhan ya…konotasinya lebih kepada iri hati. Sebagian dari kita menyebut sifat iri hati itu dengan sirik, meskipun secara bahasa ini jelas-jelas salah. Tapi tulisan ini tidak bermaksud untuk membahas itu. 

Sirik dengan kehidupan orang lain tentu membuat hati dan pikiran kita capek. Memang susah rasanya, sekali waktu dalam hidup kita untuk tidak sirik sama orang lain, apalagi kalau orang itu tampak punya segala-galanya yang kita ga punya, atau berhasil dapetin sesuatu yang juga kita incar. Waduh, rasa iri memang susah untuk ditahan, soalnya it’s very human.  

Saya pikir tidak terlalu masalah dengan siriknya karena yang penting adalah bagaimana respon kita terhadap sirik yang kita rasakan dalam diri kita itu. Tak selamanya sirik itu tanda tak mampu. Buat saya justru sirik itu adalah tanda dan isyarat kehidupan bahwa kita mampu jika kita mau dan mencukupkan usaha serta doa.

Rasa sirik atau iri yang timbul didalam diri itu tidak selamanya tidak berdasar. Terkadang malah justru dasarnya amat kuat. Sekali waktu dalam kehidupan, saya pernah sirik dengan orang-orang yang tampil dalam sebuah acara kuis di sebuah stasiun televisi. Wah enak ya mereka bisa ditonton banyak orang dan dapet banyak hadiah pula. Saya sirik kepada mereka karena saya merasa mampu. Dan terbukti saya bisa ikut dan berhasil memenangkan kuis tersebut selama empatkali berturut-turut. 

Dimasa saya bekerja dahulu saya juga pernah sirik dengan produk milik mantan bos yang laku keras dan cukup diterima dipasaran. Sehingga mendorong dan memotivasi saya menciptakan produk yang juga bisa seperti itu. Dan 2 tahun kemudian hal itu terwujud. 

Dimasa kecil dan remaja dulu saya juga pernah sirik dengan seorang teman yang jago bermain sepak bola. Yang selalu dibutuhkan dan menjadi pusat perhatian apabila ada turnamen dan kejuaraan di kampung kami. Dengan berlatih keras ternyata saya juga bisa menemani dia menjadi pusat perhatian dikampung kami. 

Ada juga seorang ibu yang sirik melihat ibu lainnya tetap langsing setelah melahirkan lalu dia melakukan diet khusus dan berbagai upaya agar dirinya tetap langsung eh…langsing atau minimal tidak terlalu gemuk…eh ternyata dia juga bisa! 

That’s what sirik can do…hehehe!

Sirik atau iri memang merupakan kotoran dan penyakit hati yang harus diminimalisir. Kotoran akan tetap menjadi kotoran apabila tidak diolah. Namun kotoran akan jadi pupuk menyuburkan apabila kita pintar mengolahnya. Yang terpenting bukan apa yang sudah terjadi tapi bagaimana kita merespon suatu kejadian.

So sirik buat saya adalah tanda bahwa kita juga mampu melakukan bahkan mungkin lebih baik dari apa yang sudah dilakukan orang lain asal kita mencukupkan upaya dan doa kita. 

Terima kasih__salam bijak palsu!

Sumber: http://muda.kompasiana.com

Jumat, 14 Juni 2013

Perlukah Test Keperawanan Sebelum Menikah?

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Masih ingat Aceng Fikri mantan Gubernur Garut? Kalau tidak salah dia menceraikan istrinya setelah menikahi selama 4 hari. Alasan diceraikan Fanny Octora diduga Aceng sudah tidak perawan lagi. Ane juga teringat dulu ada penyanyi terkenal Almarhum Farid Hardja yang menceraikan istrinya setelah 2 hari menikah dengan alasan istrinya tidak perawan lagi.

Dan pertanyaannya, Begitu pentingkah nilai keperawanan bagi seorang wanita?

Jawaban beragam akan tentu didapat bila ditanyakan kepada seratus orang pria. Mungkin bagi pria yang benar-benar masih perjaka cukup manusiawi kalau menginginkan calon istrinya masih perawan. Yang mungkin agak kontroversi adalah seseorang seperti Aceng Fikri yang sudah mempunyai 3 orang istri masih menuntut keperawanan dari calon istri keempatnya.

Tulisan ini ane tulis karena barusan baca berita di kompas.com ada berita bahwa Pekan lalu ratusan perempuan di India diyakini telah dipaksa untuk melakukan tes keperawanan dan kehamilan menjelang sebuah upacara pernikahan massal. Sejumlah saksi mengatakan, sekitar 450 perempuan harus menjalani tes keperawanan di distrik Betul yang diselenggarakan oleh pemerintah Madhya Pradesh India.

Upacara perkawinan massal tersebut memang dibiayai pemerintah untuk menolong wanita miskin di India karena untuk beberapa adat disana kaum wanita diharuskan menyiapkan mas kawin bagi pria. Jadi untuk wanita miskin akan sulit mendapatkan jodohnya.

Laporan dari media Times of India pekan lalu, para perempuan itu dipaksa untuk melakukan tes yang diduga atas perintah pemerintah karena dicurigai peserta nikah massal ada yang sudah hamil dan ada yang hanya mengincar hadiah perkawinan saja.

Tapi memang test yang dilakukan tersebut menuai kontroversi di kalangan pemerintah India.

Lain ladang lain belalang, kalau di India bisa terjadi seperti itu tetapi kalau di Indonesia tentu hal seperti itu tidak akan terjadi. Tidak terbayangkan terjadi di lingkungan kita ada test semacam itu.

Kontroversi Keperawanan kelihatannya sampai beberapa waktu kedepan akan selalu dan tetap menjadi sesuatu yang tidak dapat dibenarkan atau disalahkan karena bersifat prinsip pribadi. Sebagian besar pria memang memandang Keperawanan wanita sebagai hal yang penting tapi sebagian lagi tidak.

Yang pasti bagi kaum muda khususnya remaja wanita, tidak ada salahnya untuk menjaga baik-baik dirinya dan menjunjung tinggi hal tersebut. Bagaimanapun juga Keperawanan bisa dikatakan sebagai simbol moral yang tinggi bagi seorang wanita.

Sumber:  http://muda.kompasiana.com

Rabu, 05 Juni 2013

Hobi Berbohong?

Bohong. Satu kata yang paling tidak disukai oleh semua orang di dunia, tak terkecuali oleh pembohong kelas kakap sekali pun. Semua orang pasti ingin orang-orang yang ada di sekitarnya memiliki kejujuran yang tinggi. Namun, pada kenyataannya tak semua orang bisa berlaku demikian.

Menuntut orang lain untuk berbuat jujur memanglah sangat mudah. Kita hanya perlu membuat serangkaian kata indah nan puitis untuk menasihati agar seseorang dapat jujur. Pada kenyataannya, banyak sekali godaan seseorang untuk menjadi seorang jujur sejati.

Hidup itu memang sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran. Seseorang dapat dikatakan baik jika apa yang dikatakannya adalah benar dan tidak mengada-ada. Sedangkan sebaliknya, orang yang hobi berbohong hanya akan dijadikan bahan olok-olokan saat ia berbicara.

Dalam agama apa pun pasti dilarang melakukan kebohongan. Lalu mengapa ada yang mengatakan tidak apa-apa berbohong untuk kebaikan? Kebaikan yang seperti apa? Mengapa harus berbohong jika hal itu baik. Coba tanyakan jawabannya pada orang yang sudah mendalami agama lebih dari orang pada umumnya.

Saat ini bisa dikatakan bahwa bohong telah menjadi hobi pada hampir seluruh penjuru. Lihat saja para politisi yang mengumbar janji dan tak menepati hingga lengser masa jabatannya, itu bohong. Ada pula yang berbohong pada orang terdekat. Contohnya, ketika janjian dengan seseorang lalu kita terlambat kita akan bohong. Mengatakan sudah di jalan, padahal masih berada di rumah.

Yang paling kejam adalah membohongi diri sendiri. Bagaimana hidup kita bisa tenang jika kita saja tak pernah jujur dengan keadaan kita yang sebenarnya. Misalnya adalah ketika kita tidak menyukai seseorang, tetapi di depan orang tersebut kita berpura-pura menyukainya. Begitu pula sebaliknya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa kejujuran adalah mata uang yang paling berharga. Bagaimana tidak? Orang yang jujur itu ibarat emas dalam kolam lumpur. Walaupun dia tidak terlihat, tetapi saat ada orang yang mengetahuinya, emas itu akan tetap jadi emas.

Seseorang yang jujur pasti akan memiliki banyak hambatan. Karena kejujurannya, pasti banyak pembohong yang ingin menghancurkannya. Namun, itulah indahnya kejujuran. Jika kita bisa kuat dan idealisme terhadap kejujuran, kita akan menjadi manusia yang mulia di hadapan Tuhan.

Mari kita bersama-sama belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Tingkatkan kualitas hidup dengan idealis pada nilai-nilai kejujuran.
Penulis tidak bermaksud untuk menggurui. Hanya ingin mengajak untuk sama-sama belajar jadi manusia yang dicintai Tuhan.

Salam Semangat! :)

Sumber:  http://muda.kompasiana.com

Minggu, 26 Mei 2013

Tetap Setia

Kesetiaan, mata uji yang hidup, yang mampu menjadi penakar kekuatan cinta seseorang akan suatu hal, dalam status apapun.
=======================================================================
Albert, lelaki 42 tahun. Ia menikah dengan Isha, wanita 40 tahun. Mereka menikah sudah selama 18 tahun. Suka duka telah mereka jalani bersama selama tahun - tahun itu. Sayang, hingga saat ini ia belum dikarunia keturunan, belum mendapat momongan.

Tak kurang-kurang, Isha meminta Albert untuk menikah lagi. Namun, selalu saja Albert menjawab, bahwa kebahagiaan keluarga tak hanya terletak pada ada dan tidaknya momongan. Ketentraman keluarga tak tergantung dari ada dan tidaknya cenger bayi yang menangis.  Benar, bahwa perkawinan pada kodratnya akan terarah pada melahirkan dan mendidik anak. “Namun bila Allah belum memberi apakah manusia akan melukai hati wanita kedua kali?” begitulah kata Albert. “Kesetiaan dalam suka dan duka, itulah yang terpenting, sayang…,” kata Albert seraya memeluk Isha.

Kesetiaan, kata yang mudah diucapkan, tapi dalam praktiknya tak mudah untuk dilaksanakan. Kesetiaan kata yang kadang harus di-lacur-kan, manakala kehidupan mulai berhadapan dengan kesulitan. Kesulitan itu bisa berarti kesulitan mendapatkan keturunan, “kemiskinan” pangkat  yang bisa mengakibatkan orang bisa ‘menjilat pantat’, nga-BN …ngasal Bapak Nyenang, “miskin hormat” yang mengakibatkan orang hilang harga diri….dan seterusnya.

“Sayang, Allah tetap setia pada kita. Dalam keadaan apapun diri kita, Ia tetap setia. Maka dalam kondisi apapun juga, aku akan tetap mencoba setia padamu…”

Andai hidup ini dipaparkan dalam area kesetiaan dan kemuliaan Yang Mahakuasa, pastilah nilai hidup itu akan terangkat lebih tinggi, apapun prestasi - karya dalam hidup itu.

Sekedar contoh: guru tak hanya sekedar membagi ilmu dengan mahasiswa dan muridnya, ia juga bisa belajar menghargai profesi dan karyanya, andai karya ke-guru-an itu dilapisi kesetiaan. Dokter, tak hanya sekedar berhubungan dengan cek-recek kesehatan, namun ia juga bisa merambah sisi kemanusiaan, sapaan yang ‘menghidupkan’, hospitalitas yang menyeluruh yang mencakup sisi manusiawi, andai pelapis semua karya kesehatan itu adalah kesetiaan. Polisi tak hanya sekedar mengepolkan isi (memenuhkan isi - ‘materi’) hidup untuk diri dan institusi. Namun ia juga bisa memenuhkan panggilan hidup manusiawi, membantu memahamkan manusia - manusia yang suka melabrak aturan hingga manusia bisa segaris lurus antara apa yang dikatakan dan dikerjakan. Dan seterusmya…

Kesetiaan, mata uji yang hidup, yang mampu menjadi penakar kekuatan cinta seseorang akan suatu hal, dalam status apapun. Apakah anda sudah mencoba setia melewati hari ini?

Sumber: http://muda.kompasiana.com