Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Kisah Renungan, Cinta Seorang Pria (Wajib Tau nih..)

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan .

Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan.

Salahkah hal ini ?
Tentu saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak. Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….

Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.

Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.

Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Semua ingin merasakan Jaguarmu,tidur di atas Tempur Pedicmu, tinggal di pent housemu & b’dampingan dengan pria berjas Kiton.

Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan… dan parahnya itu adalah uangmu! Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi dan hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak……(roda kehidupan terus berputar bukan ?)

Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan. Cintakah yang kamu punya? Bukan!!! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.

Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.

Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yg lebih baik.
Hari ini,,,
Mulailah belajar untuk menghargai pasanganmu bukan karena kekayaannya..!

Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com D

Rabu, 24 Juli 2013

Cintaku Untukmu (Tuhan)

Tuhan…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama dengan yang tak pernah beraakhir

Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukalah aku kepada yang rindu cinta sejatimu
Agar kerinduanku padamu semakin menjadi

Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan seseorang yang mencintaimu
Agar bertambah kuat cintaku kepadamu

Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku padamu

Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah ku katakan kepada yang hatinya tertaut padamu
Agar aku tidak jatuh dalam cinta yang bukan karenamu
 
Notes: Sebagaimana orang bijak berucap, “Mencintai seseorang bukanlah apa-apa, Dicintai seseorang adalah sesuatu, Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti, tapi dicintai oleh sang pencipta adalah segalanya”…

Sumber: http://www.the-lovestory.com

Rabu, 03 Juli 2013

Sebuah Renungan

~Jangan jadikan aku isterimu, jika kamu cepat Bosan & Berpaling pada Perempuan lain.
Jawab :
+Jangan kau pilih aku jadi suamimu, jika nanti setelah menikah kau tak bisa bersolek buat suamimu, tapi kau bersolek buat orang lain.

~Jangan jadikan aku istrimu, jika nanti kamu enggan hanya untuk menganti popok anakmu ketika dia terbangun malam hari, sedangkan selama sembilan bulan aku harus membawa nya diperut ku.
Jawab :
+Jangan sering mengandalkan suami untuk membantumu hanya sekedar mengganti popok anak kita; padahal suami sudah seharian mencari nafkah untuk kamu sebagai isteri..


~Jangan jadikan aku isterimu, jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka & sedih dan kamu lebih memilih teman perempuan lain untuk bercerita. aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidur mu yang tidak bisa diajak bercerita sebagai seorang sahabat.
Jawab:
+Jangan kau sangka aku bercerita atau curhat pada teman wanitamu dan kau anggap selingkuh, karena kamu tak pernah bertanya pada suami, apa saja tugas2 di kantor yang membebaninya….Jangan mudah cemburu dan berprasangka…

~Jangan jadikan aku isteri mu, jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita selesai bercinta.kamu harus tau aku menikmati kebersamaan denganmu.
Jawab:
+Kebersamaan bukan harus terus bermanja-manja dan mengatur atas otoritas suami pada isteri….juga jangan sampai melupakan ibadah kepada Allah……

~Jangan jadikan aku isteri mu, jika dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan bercerai/berpisah padaku.
Jawab :
+Ketidakcocokan itu ada pada siapa, siapa yang memulai dan kenapa harus dibiarkan menjadi masalah yang besar. Cari solusi bersama dan hilangkan keangkuhan masing2…

~Jangan jadikan aku isterimu, jika nanti kamu memilih tamparan dan pukulan untuk memperingati kesalahan ku.sedangkan aku tidak tuli dan masih bisa mendengarkan kata katamu yg lembut tapi berwibawa.
Jawab:
+Tidak tuli. namun sebagai isteri tidak mengindahkan peringatan suami, apa artinya teguran suami jika suami sudah memberitahu kalau isterinya bersalah….jangan membuat suami sampai gusar…apalagi berlarut-larut…..

~Jangan jadikan aku isterimu, jika setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu teman teman mu.
Jawab:
+Aku harap kamu harus memaklumi dan memahami tugas dan tanggungjawab suami serta tugas2 suami di kantor dengan cara bertanya kepada suami…..jangan cepat berprasangka….apalagi menuduh dan memfitnah suami…

~Jangan pilih aku sebagai isterimu, jika nanti kamu malu membawaku kepesta temen temenmu&memperkenalkan aku sebagai istrimu. Takkan kubiarkan kamu biarkan aku sebagai pajangan dirumah sedangkan kamu lebih memilih berpergian dengan temen temanmu. Bagiku pasangan bukan sebuah trofi atau pajangan
Jawab:
+Sebagai suami jelas tahu dan paham, tetapi isteri jangan sering menuntut untuk hadir ke pesta yang sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya dengan kehadiranmu disana….jangan bersolek berlebihan di pesta hanya untuk memamerkan perhiasan yang kamu punya…

~Jangan Pilih aku jadi istrimu, jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.kamu tentunya tau kalau kamu juga ikut andil besar dengan melar nya tubuh ku.
Jawab:
+Sebagai seorang isterinya tentunya kamu paham, kalau suami suka dengan tubuh langsing, akan tetapi kamu tidak berusaha dan merawat kelangsingan tubuh kamu. Kamu hanya menuruti hobimu yang suka makan tiada henti…ingat itu…

~Jangan Buru Buru Menjadikan ku Sebagai Isterimu, Jika saat ini kamu masih belum bisa menerima Kekurangan & Kelebihanku. Sedang seiring waktu kekurangan bukan semakin tipis tapi semakin NYATA….
Jawab:
+Hendaknya keduabelah pihak saling menerima kekurangan dan kelebihan masing2. bukannya seperti ini: Wanita berkata :”Pilih aku apa adanya, tetapi buat pria kau berkata”Kau ADA APANYA” buat ku…..heheheeee…

Sumber:  http://filsafat.kompasiana.com

Selasa, 11 Juni 2013

Kisah Operasi Plastik Gagal Yang Memperburuk Rupa

Sejumlah wanita melihat penampilan sebagai hal yang penting. Dan untuk mewujudkannya, wanita rela melakukan bedah kosmetik atau melakukan hal nekat di rumahnya.

Berikut sejumlah bedah kosmetik yang hasilnya mengecewakan seperti dikutip HuffingtonPost, Minggu (27/1/2013):

1. Bedah merusak payudara wanita

Dinora Rodriguez, 40, melakukan bedah kosmetik di payudaranya agar mempunyai bentuk yang menarik. Tapi apa yang ditemukannya usai operasi. Bentuk payudaranya menjadi aneh karena dua payudaranya menyatu.

2. Wanita tak bisa menutup matanya

Seorang wanita New Jersey menggugat dokternya karena ia tidak bisa menutup penuh matanya setelah melakukan bedah kosmetik.

3. Wanita menyuntik dirinya dengan minyak goreng

Pada 2008, seorang wanita Korea kecanduan operasi plastik dan ia menyuntikkan minyak goreng ke wajahnya.

Kisah Moiku ini membuat dunia geger. Sejumlah orang memberikan sumbangan kepadanya agar ukuran wajahnya bisa berkurang. Pada prosedur pertama, dokter bedah menghilangkan 60 gram zat asing di wajahnya dan 200 gram dari lehernya.

4. Operasi plastik Heidi Montag membuatnya susah berpelukan

Bintang reality Heidi Montag mengatakan ia senang dengan tubuh barunya. Menurut US Weekly, operasi itu membuatnya tak bisa melakukan hal-hal tertentu. Ia tidak bisa jogging dan berpelukan karena payudaranya berukuran E atau F.

"Saya merasa sangat aneh ketika memeluk orang. Tubuh saya sangat rapuh," katanya.

Dia juga mengatakan kepada tabloid itu kalau dirinya total melakukan sepuluh prosedur, tapi dia tidak tahu persis apa saja.

5. Wanita meninggal setelah implan bokong ilegal

Claudia Aderotimi (20) meninggal setelah menerima implan bokong ilegal di sebuah kamar hotel di Philadelphia.

Para mahasiswi di Inggris berpikir memperbesar bokong bisa membuat kariernya cemerlang.

6. Wanita menyuntikkan lemak daging yang dipanaskan

Wanita berusia 63 tahun kecanduan operasi. Ia meninggal setelah menyuntikkan lemak sapi panas di sekitar mulut dan dagunya.

Janet Hardt meninggal akibat infeksi bakteri yang melemahkan ususnya, tapi injeksi itu tidak menyebabkan kematian, kata koroner.

Bahkan, Hardt telah melakukan prosedur itu beberapa kali di masa lalu.

7. Wanita Meninggal Setelah Liposuction Ilegal
Fabiola DePaula (24) meninggal setelah menerima prosedur sedot lemak ilegal sebesar US$ 3.000.

Luiz Carlos Ribeiro dan Ana Maria Miranda Ribeiro didakwa dengan praktek kedokteran tanpa lisensi.

8. Bibir wanita ukurannya menjadi empat kali dari aslinya
Laura Summers (27) kaget setelah injeksi senilai 200 Poundsterling di bibirnya membuatnya jadi membengkak hingga 4 kali dari ukuran aslinya.

Summers telah menghabiskan lebih dari 60 ribu Poundsterling operasi plastik dan ia memutuskan untuk berhenti.

"Saya bermain dengan kesehatan dan penampilan saya dan saya tak akan melakukannya lagi".(Mel/Igw)

Sumber:  http://steppinoff.blogspot.com

Senin, 13 Mei 2013

Merindukan Kematian

ilustrasi-_121108102822-658
Hidup selalu menghadirkan dua sisi yang tidak dapat terelakkan, yaitu kebahagiaan dan kesedihan. Dua sisi itu Allah hadirkan sebagai bagian dari fase kehidupan.

Kesedihan yang terkadang membuat hidup tak nyaman, juga bahagia yang tak selalu menjadi kawan. Inti dari fase kehidupan itu adalah pendakian hidup yang senantiasa bermuara pada momen tak terbantahkan: kematian.

Kematian dilukiskan bak antrian dalam wawancara sebuah pekerjaan. Ia seolah hanya tinggal menunggu panggilan, sesuai urutan. Saat malaikat Zabaniyah datang tanpa undangan, jiwa dan raga pun tercabik, tertarik, tercekik, tiada kawan, hanya Tuhan sebagai sumber pertolongan.

“Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, pasti akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui, yang ghaib dan yang nyata lalu dia berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan,” (QS Al-Jumuah: 8)

Cerminan dahsyatnya kematian seharusnya menjadi bahan renungan untuk tiap insan. Betapa kita benar-benar putus harapan saat kematian ada di hadapan. Kekayaan, jabatan, pasangan hidup nan menawan, dan segala hasrat keduniawian sirna saat panggilan itu menimpa kita secara tiba-tiba.

Semua yang bernyawa akan merasakan mati, begitu firman Allah mengingatkan kita dalam QS Al-Ankabut ayat 57. Pun Rasulullah SAW. juga menghadapi kematian merasakan sakitnya sakaratul maut.

Kematian Rasulullah dilukiskan Aisyah dengan berkucurnya keringat dari dahi, leher dan sekujur tubuh beliau. Rasulullah pun bersabda pada Aisyah, “Hai Aisyah, sesungguhnya ruh orang mukmin itu keluar dengan keringat dan ruh orang kafir keluar dari kedua rahangnya seperti nyawa keledai,” dan detik-detik kematian, beliau bersabda, “Kerjakanlah shalat, kerjakanlah shalat!” (HR. Thabrani)

Rasulullah—sebagaimana kita tahu telah terjamin masuk surga—hingga pada puncak sakaratul mautnya, apakah Allah mengundurkan waktu barang sejenak untuk tidak memerintahkan Izrail mencabut nyawanya? Apakah Rasulullah tidak merasakan sakit sama sekali?

Tidak. Sebagai manusia biasa, Rasulullah merasakan sakitnya saat ruh keluar dari tiap-tiap urat syarafnya—di luar konteks derajat kenabian.

Mengutip dari Imam Ghazali, dalam “Dzikrul Maut Wa Maa Ba’dahu”, beliau melukiskan betapa Rasulullah merasakan kepedihan yang sangat, bahkan tampak rintihan dari beliau hingga warna kulit beliau berubah. Dahi beliau juga berkeringat, hingga tarikan dan embusan nafasnya mengguncangkan tulang rusuk kanan dan kiri beliau sehingga orang-orang yang menyaksikan beliau menangis—berjuang menahan rasa sakit.

Dahsyatnya sakaratul maut pun membuat beliau terus berdoa tiada henti, “Ya Allah, ringankanlah atasku sakaratul maut,” adapun doa yang lain dalam riwayat Ibn Abd Dunya, “Ya Allah, sungguh Engkau mengambil ruh di antara urat-urat dan anak-anak jari. Ya Allah, tolonglah aku atas kematian dan ringankanlah.”

Esensi dari dua doa tersebut ialah bahwa Rasulullah lebih mengetahui pedih dan sakitnya sakaratul maut yang dideskripsikan bahwa kematian itu sama dengan tiga ratus kali tebasan dengan pedang.

Jika Rasulullah Saw saja meminta rukhsah pada Allah, lalu, bagaimana dengan kita? Adakah persiapan maksimal untuk menuju ke alam keabadian? Kembali Imam Ghazali menuturkan bahwa mengingat kematian dapat mengikis nafsu-nafsu duniawi yang penuh tipu daya ini.

Sebaliknya, tamak kepada dunia dan mengambilnya berlebihan, dapat melemahkan iman, menyisihkan zikir dari lisan, meruntuhkan baiknya perbuatan, hingga lalai terhadap kematian. Na’udzubillah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang memiliki cukup perbekalan sehingga rindu akan kematian.

Sumber:  http://suhendriali.wordpress.com

Selasa, 07 Mei 2013

Cara Kerja Malaikat Maut

Sebagian Para Nabi berkata kpd Malaikat pencabut Nyawa. “Tdkkah kau memberi aba2/peringatan kpd manusia bhw kau dtg sbg malaikat pencabut nyawa shg mrk akan lebih hati-hati?”

Malaikat itu menjawab. Demi Allah, aku sudah memberi aba-aba dan tanda-tanda yang sangat banyak berupa sakit, uban, kurang dengar, kurang penglihatan (utama ketika sudah tua). Semua peringatan bahwa sebentar lagi aku aan menjemputnya. Apabila setelah datang aba-aba ia tidak segera bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya. Bukankah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya (Imam Qurthubi)

Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunyai dua mata di wajahnya dan dua lagi tengkuknya. "Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang mati di saat yang sama, yang satu berada di ujung timur yang satu berada di ujung barat, serta di tempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan 2 ekor binatang melata pun akan mati?"

Malaikat pencabut nyawa berkata, "Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan lalu aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku" (HR abu Nu'aim)

ORANG MATI MENDENGAR TAPI TIDAK BISA MENJAWAB

Rasulullah saw memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang tewas pada perang badar dilemparkan ke sebuah sumur tua. Lalu beliau mendatanginya dan berdiri di hadapannya. Setelah itu, beliau memanggil nama mereka satu-satu. "Wahai fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kalian betul-betul ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti."

Umar lalu bertanya kepada Rasulullah. "Wahai Rasul, mengapa engkau mengajak bicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?"

Rasulullah menjawab. "Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kalian memang tidak mendengar jawaban mereka atas apa yang tadi aku ucapkan. Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya, hanya saja tidak dapat menjawab" (HR Bukhari Muslim)

Sumber: http://www.dakwatuna.com

Jumat, 03 Mei 2013

Jadilah Seperti LEBAH, Bukan LALAT!!!

Seorang Penyair berkata :

Seburuk-buruk manusia adalah yang hanya sibuk mencari aib/kekurangan orang-orang…. Seperti lalat yang hanya memperhatikan bagian luka

Selalu saja matanya tertarik dengan melihat keburukan… Maka tidaklah ia memandang kecuali perbuatan buruk dan kesalahan…

Tidaklah matanya melihat kecuali keburukan-keburukan kita…Bahkan ia senang jika melihat kotoran-kotoran dan ketergelinciran…

Ia mengikat manusia dengan belenggu yang menahan mereka …untuk bangkit dan menjadikan orang-orang selalu merasa gagal…

Ada sebagian orang yang hobinya hanya mencari-cari kesalahan dan kekurangan…, hampir-hampir tidak ada sesuatupun yang menyenangkannya.

Tidaklah ia memandang makanan yang lezat terhidangkan kecuali matanya tertuju pada sehelai rambut yang tidak sengaja terjatuh di atas makanan tersebut, lalu diapun mencela makanan tersebut…!!

Tidak ada buku yang baik dan bermanfaat kecuali matanya tertuju pada kesalahan cetak yang terdapat pada buku tersebut…, tidaklah ia melihat pakaian yang bersih kecuali matanya tertuju pada setetes tinta yang –tanpa sengaja- mengotori baju tersebut…

Jika ia mengendarai kendaraan sahabatnya…maka spontan ia berkata, “Udah tua model mobilmu…!!”
Jika ia masuk ke rumah sahabatnya ia spontan berkata, “Perabot rumah udah lama dan usang, kenapa tidak diganti-ganti?  Apa tidak bosan??!!”

Jika ia pulang kerumahnya –sementara istrinya sudah berjam-jam menyiapkan hidangan makanan- maka ia berkata, “Kenapa engkau tidak membuatkan aku makanan ini dan itu??!”, padahal istrinya telah menyiapkan berbagai macam hidangan..

Lihatlah adab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
Abu Hurairoh radhiallahu ‘anhu berkata :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan, jika ia suka maka ia makan, dan jika ia tidak suka maka beliau tinggalkan” (HR Al-Bukhari no 3563 dan Muslim no 2064)

Anas bin Maalik radhiallahu ‘anhu berkata,

“Demi Allah aku telah melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sembilan tahun, aku tidak pernah mengetahuinya berkata kepada apa yang aku kerjakan, “Kenapa engkau melakukan ini dan itu”, dan tidak juga pernah berkata kepada sesuatu yang aku tinggalkan, “Kenapa engkau tidak melakukan ini dan itu?” (HR Muslim no 2309).

Jadilah engkau seperti LEBAH yang hanya mengambil kebaikan dari sari-sari bunga dan meninggalkan keburukan-keburukan, bukan seperti lalat yang mecari-cari luka-luka yang bau…

SUNGGUH KASIHAN orang yang modelnya seperti ini…ia menyiksa dirinya…dan juga menyiksa orang lain… Tidak ada sesuatupun yang memuaskan dirinya…dan perkataannya selalu menyakiti perasaan orang lain…perasaan sahabatnya bahkan perasaan istrinya…

Bahkan bisa jadi orang-orang akan membalas perbuatannya…mencari-cari dan mengumbar kesalahan-kesalahannya …!!!
Al-Imam As-Syaafi’i rahimahullah berkata :

Jika engkau ingin hidup selamat dari kehinaan…. Agamamu terjaga demikian pula harga dirimu…

Maka janganlah sekali-kali lisanmu mengucapkan keburukan….Sesungguhnya seluruh dirimu adalah kekurangan dan orang-orang juga memiliki lisan (yang bisa mencelamu)

Dan jika kedua matamu melihat aib-aib (orang lain)… maka tinggalkanlah dan katakanlah kepada matamu, “Wahai mataku, sesungguhnya orang-orang juga memiliki mata”

Hendaknya engkau bergaul dengan cara yang baik, maafkanlah orang yang bersalah kepadamu…Serta tolaklah kesalahan orang tersebut akan tetapi dengan cara yang terbaik

Ingatlah kata Imam As-Syafi’i, “Dirimu seluruhnya adalah kekurangan…!!”. Jika orang lain ingin mencari kesalahanmu maka seluruh bagian tubuhmu bisa menjadi bahan celaan…songkokmu… kaca matamu…cara jalanmu… wajahmu…tubuhmu..semuanya bisa jadi bahan celaan..!!

TAPI…
Ini bukan berarti kita meninggalkan nasehat…bahkan menasehati kesalahan-kesalahan merupakan kewajiban…akan tetapi janganlah terlalu detail dan bersikap “mencari-cari”, akan tetapi kesalahan yang jelas nyata dan tersebar maka tegakkanlah nasehat sebagai pengamalan perintah Allah dan RasulNya dalam bernahi mungkar !!!

Wallahu A’lam bi As-Showaab

Sumber:  http://bahterailmu.wordpress.com

 



Kamis, 02 Mei 2013

Renungan Diri » Surat dari Ayah dan Ibu

Surat dari Ayah dan Ibu


Dear Anaku... 

Ketika kaki semakin tua aku berharap kamu memahaami dan memiliki kesabaran untuku, suatu ketika aku memecahkaan piring atau menumpahkan soup di atas meja karna karna penglihatanku berkurang aku harap kamu tidak memarahiku, orang tua itu sensitif selalu merasa bersalah ketika kamu berteriak, ketika pendengaranku semakin memburuk, dan tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan aku harap kamu tidak memanggilku tuli, mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya...

Maaf Anaku...
Aku semakin tua, lututku semakin lemah, aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun seperti bagaimana aku selalu membantu kamu berjalan ketika kamu masih kecil aku mohon juga jangan bosan denganku ketika aku harus mengulangi apa yang aku katakan seperti kaset yang rusak, aku harap kamu terus menedengarkan aku, apa kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah mainan? kamu berulang- ulang mengatakan sampai kamu mendapatkan sebuah mainan, aku mohon jgn memaksaku untuk mandi, tubuhku lemah orang tua mudah sakiit karna mereka rentan terhadap dingin, aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu, apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? akku selalu mengejar2 kamu karna kamu tidak mau mandi, aku harap kamu bisa bersabar denganku ketika aku selalu rewel ini semua bagian menjadi tua, kamu akan mengerti ketika kamu sudah tua,dan jika kamu memiliki waktu luang aku harap kita bisa bicara untuk beberapa menit, aku selalu sendiri sepanjang waktu, dan tidak memiliki seorangpun teman untuk di ajak bicara, aku tau kamu sibuk dengan pekerjaanmu bahkan jika kamu tidak tertarik dengan ceritaku aku mohon berikan waktu untuku bersamamu. 

Apakah kamu ingat saat kamu kecil? aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu, ketika saatnya tiba, dan aku hanya bisa terbariing sakit aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku, maaf kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan aku harap kamu memilki kesabaran, untuk merawatku selama beberapa saat dalam hidupku, aku mungkin tidak bertahan lama ketika waktu kematianku datang, aku harap kamu memegang erat tanganku, dan memberikan kekuatan menghadapi kematian, dan jgn khawatir ketika aku bertemu Sang Maha Pencipta, aku akan berbisik padaNya untuk selalu memberi berkah untukmu, karna kamu mencintai Ibu dan Ayah, terima kasih atas perhatianmu 
Nak,,,,,   kami mencintaimu,,

(Ibu dan Ayah)

Senin, 29 April 2013

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS...
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR...
Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR...
Seorang yang DEKAT dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada AIR MATA...
Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN...
Seorang yang TEKUN BERDO'A, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT...
Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Allah TAHU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK...
Ketika kerjamu TIDAK DIHARGAI, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN...
Ketika usahamu dinilai TIDAK PENTING, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN...
Ketika hatimu TERLUKA SANGAT DALAM, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN...
Ketika kamu LELAH dan KECEWA, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN...
Ketika kamu merasa SEPI dan SENDIRI, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN...
Ketika kamu harus MEMBAYAR BIAYA yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI...
Keep your Passion, Tetap semangat...
Keep your Patient, Tetap sabar...
Keep your Smile, Tetap tersenyum...
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN...

" ALLAH menaruhmu di “TEMPATMU” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”...

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan...
MEREKA dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN dan AIR MATA...
Tetap istiqomah Sahabatku....!!!
Sumber :  http://www.pksnongsa.org

Selasa, 23 April 2013

Membeli Waktu

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.

“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”

Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”

“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”

“Tapi papa..”

“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.
Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.

=================================================
Saya ingin bertanya kepada Anda saat ini..

Sebetulnya, apakah alasan Anda untuk bekerja sangat keras dan mencari kesuksesan karir Anda?

Demi uang yang banyak? Atau sesungguhnya demi keluarga Anda?

Seringkali kita bekerja terlalu sibuk sehingga kita melupakan bahwa di akhir, keluargalah yang terpenting.

Tidak ada gunanya Anda sukses tapi pada akhirnya keluarga Anda telah meninggalkan Anda atau hubungan Anda dengan keluarga telah rusak.

Sesungguhnya, untung anak tersebut bicara dan komunikasi dengan orang tuanya untuk mencurahkan perasaannya.

Sering kali, anak cenderung diam dan bahkan tidak berbicara sama sekali tentang kondisinya kepada orang tua.

Ketika di tanya mereka hanya menjawab “Tidak ada apa-apa”

Bagaimana caranya Anda bisa menyelesaikan masalah jikalau Anda bahkan tidak tahu masalahnya dimana?

Hal ini sering kali terjadi pada anak dan khususnya terjadi pada anak di masa remaja.

Mereka merasa diabaikan/ditinggalkan, tidak di cintai, tidak dihargai oleh orang tuanya sendiri..

Pertanyaan berikutnya mungkin cukup berat untuk Anda..

“Menurut Anda, lebih baik Anda mencintai anak Anda atau Anak Anda merasa di cintai oleh Anda?”

Coba renungkan jawaban dari pertanyaan tersebut..

Jadi, apa yang bisa Anda lakukan?

Pelajari bahasa cinta anak Anda dan lakukan yang terbaik  untuk memenuhi cinta anak Anda.

Setiap anak memiliki bahasa cinta yang berbeda…

Ada yang merasa waktu berkulitas cukup, ada yang berharap  dari hadiah, ada yang perlu di peluk.
Setiap anak unik tapi Anda bisa mengenalnya..

Lalu, bagaimana jikalau mereka tidak berbicara?

Itulah gunanya tulisan tangan mereka. Anda bisa melihat emosi mereka di dalam tulisan tangan mereka.

Itulah pentingnya Anda mengerti akan tulisan tangan dan  mempelajarinya. Anda akan tahu dengan pasti situasi anak  Anda dan apa yang terjadi pada mereka.

Sumber : http://iphincow.wordpress.com

Senin, 22 April 2013

Renungan Ramadhan :: Seorang laki2 penjual pisang

Sumber Gambar : http://pabersinaga.files.wordpress.com

Seorang kakek tua penjual pisang keliling tersungkur
tepat di seberang Pasar Swalayan Carefour Lebak Bulus
Demikian suatu berita di pojok salah satu halaman Kompas kemarin
Banyak orang yang berseliweran
tak ada yang perduli
tak ada yang menoleh

Dia hanyalah seorang laki2 penjual pisang yang mungkin tidak dianggap penting
sehingga kita tidak memerlukan waktu untuk sekedar menyapanya atau memapahnya
Dia tetap beribadah puasa sambil berjualan
Disaat kita sibuk ngabuburit ke mal mewah harum dan dingin dengan penyejuk udara
dia menjalani ngabuburit dengan berjualan pisang keliling
terpanggang matahari
berjalan kaki puluhan kilometer
tidak mengenal lelah
tidak mengeluh kehausan dan kelaparan
karena mungkin haus dan lapar adalah sahabat sehari2nya

kemana sajakah saya selama ini ?
Saya bahkan tidak mengenalnya
dan mungkin tidak perduli padanya jika bertemu dijalan
saat dia menjajakan pisangnya

Mungkin saya akan menggelengkan kepala saat dia menawarkan pisangnya
sementara tangan kanan saya membuka kaca mobil dan memberikan uang recehan pada peminta minta
Padahal dia mengatakan, ” saya tidak mau meminta minta, saya lebih suka jualan ”
Betapa terhormatnya dia
dan saya tidak perduli padanya,
saya bahkan mungkin tidak pernah terfikir untuk bertanya berapa penghasilannya sehari
selama dia mengukur jalanan dijakarta yang berdebu dan panas di bulan Ramadhan ini
Seharusnya saya mengangkat topi untuknya

Disaat saya mengeluh kepanasan saat AC di kantor tidak sejuk seperti biasanya
dia tetap berada dijalan yang panas
tersungkur beberapa kali karena keletihan
atau mungkin dehidrasi
atau tidak ada lagi energi yang tersisa dari sahurnya semalam
lalu saya membayangkan dia berbuka dari pisang2nya yang tidak terjual
dan sahur dari sisa pisang2nya itu
sementara saya masih saja mengomel jika lauk dirumah tidak bervariasi
membosankan dan tidak berselera
lalu saya akan pergi ke resto mewah
sekedar memanjakan pencernaan saya,
yang sebenarnya berteriak kegirangan karena diberi istirahat di bulan puasa ini
padahal pencernaan saya juga tidak membutuhkan makanan mewah lezat
padahal yang diperlukan pencernaan saya hanya yang cukup dan bergizi saja
Sementara si laki2 tua penjual pisang mungkin untuk mendapatkan yang cukup saja kesulitan
apalagi yang bergizi

Dia berkeliling kompleks perumahan mewah
dan setelah 5 blok baru dia dapatkan pembeli
hanya berapa rupiah yang terbayar
dari hasil keringatnya berjalan puluhan kilometer
saat berpuasa
di hari yang terik dan membakar
Sementara saya membeli kenyamanan berbelanja di hipermarket mewah dengan penyejuk udara
dibanding harus berdesak2an dipasar traditional
dan menawar dengan sengit sampai titik darah penghabisan
pada tukang sayur keliling
sementara saya membeli sayuran dihipermarket mewah tanpa menawar
padahal selisihnya mungkin lebih tinggi dibanding penawaran saya pada situkang sayur keliling

Pantaskah saya mendapatkan pahala berpuasa di bulan yang suci ini lebih tinggi darinya ?
Dari si laki2 tua penjual pisang yang terjatuh berkali kali karena kelelahan
yang lebih suka berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencari nafkah buat keluarganya dengan halal
dibanding menjadi pememinta minta ?

Apakah saya masih pantas menjadi hambaMU ya Rabbi ?
sementara saya masih saja tidak perduli
ada saudara saudara saya yang tersungkur beberapa kali karena kehausan kelaparan dan keletihan
menjalani ibadah di bulan suciMU ?
Pantaskah saya mengaku orang baik berhati mulia
karena saya menjalani puasa dengan membongkar lemari dan menemukan Alqur’an yang berdebu karena setahun tidak disentuh
dan berjuang mati2an untuk bisa khatam dibulan ini
lalu setahun kemudian terlupakan lagi
kembali berdebu di pojok lemari buku
Sementara dia mungkin tidak punya waktu untuk mengaji
karena harus berjalan puluhan kilometer menjajakan pisang2nya
di bulan puasa yang terik dan membakar ?

Sungguh, Ya Rabbi
Saya malu padanya
Saya malu jika nanti saya bertemu dengannya dihari perhitunganMU
dan mendapatkan timbangan amal saya sungguh sangat ringan dibanding dengannya

Sungguh saya malu
pada orang2 terhormat seperti dia
yang tidak pernah mencuri uang rakyat
demi memanjakan pencernaan yang sebenarnya menolak untuk dimanjakan
demi memanjakan keinginan nafsu duniawi
yang dalam sekejap akan hilang

Saya malu padaMU, Ya Rabbi
ternyata saya belum menjadi hambaMu yang perduli….

Sumber :  http://botefilia.com




Rabu, 17 April 2013

Renungan Islam | Surat Untuk Mantan Sahabatku


Halo kesedihan, halo putus asa.
gimana kabar kalian?
sudah lama aku tidak menyapa kalian.

Hari ini aku sempatkan mengirim surat ini untuk kalian.

Maaf, bukan karena aku merindukan kalian, bukan karena aku ingin dekat lagi dengan kalian.

Aku hanya ingin menyapa saudara lamaku. Yang dulu menemani banyak hariku.

Sebenarnya aku tidak ingin memutus persaudaraan dengan kalian.

Jangan salah paham, aku hanya ingin mengenang masa lalu dengan kalian, agar aku lebih kuat sekarang.

Seperti kalian tahu, aku sudah menemukan Tuhanku.

Tempat aku meminta dan bersandar.

Sekarang aku tidak akan lagi menjadi teman akrab kalian.

Maaf, bukannya aku sombong, aku Cuma tidak menemukan kebaikan dari kalian.

Tapi tenang aja, aku tidak akan melupakan kalian. Karena kalian membuatku lebih dekat dengan Tuhanku. Tapi maaf, aku tidak akan mendengar jeritan kalian. Karena Tuhanku tidak mengijinkan aku dekat-dekat dengan kalian.

Kesedihan, aku pernah kehilangan orang yang aku cintai, lalu aku terus bermuram bersamamu.

Tapi maaf, sekarang ada ALLAH dihatiku, Tuhan Alam Semesta yang tidak akan meninggalkanku.

Putus asa, dulu aku kehilangan banyak hal dalam hidupku, lalu aku semakin sering bercengkrama dengamu.

Tapi maaf, sekarang ada ALLAH yang mencukupiku, tiada kesusahan yang datang tanpa pertolonganNya, maka Dialah penjaminku.

Surat ini untuk kalian, surat terakhir dariku.

Maafkan aku, selanjutnya kita jalani hidup kita masing-masing.

Maafkan aku, setelah ini aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi.

Selamat tinggal…

mantan sahabat kalian…

Sumber :  http://anangnurcahyo.wordpress.com

Minggu, 14 April 2013

RENUNGAN BUAT ISTRI

Wahai sang Isteri ….
Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda
menemui suamimu dengan wajah yang berseri,
dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk
rumah.?

Apakah memberatkanmu, apabila anda
menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan
baju serta mengucup pipinya.?!!

Apakah anda akan merasa sulit, jika anda
menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah,
dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!!

Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda
berkata kepada suami : Alhamdulillah atas
keselamatan Kanda, aku sangat rindu
kedatanganmu, selamat datang kekasihku.

Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah
pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu,
karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan-
pakailah minyak wangi, dan berhiaslah, serta
pakailah pakaian yang paling indah untuk
menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermasam muka.
Janganlah anda mendengar dan menghiraukan
perosak dan pengacau yang akan merosak dan
mengacaukan keharmonianmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan
tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah,
sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan
lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang
yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan
mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu.

Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati
tenteram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan,
kepedihan dan musibah serta kesedihan yang
menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu
bapanya.

Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah
dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,
perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat
Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir
syaitan.

Hilangkanlah dari rumahmu foto-foto, alat-alat
muzik dan alat-alat yang boleh merosak agama.

Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan
solat malam, doronglah dia untuk melakukan
puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan
bersedekah, dan jangan anda menghalanginya
untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan
karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu,
suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh
kaum muslimin.

Berdoalah kepada Allah, agar
dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang
baik serta kebaikan dunia dan akhirat.

Ketahuilah
sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa
dan mencintai orang yang nyinyir dalam
meminta.

Dan Tuhanmu berfirman:Berdoalah kepadaKu,
niscaya Aku akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembahku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadan hina dina
(Surah Al Mu’min : 60).

Diambil dari kitab Fiqh pergaulan suami isteri oleh
Syeikh Mushtofa Al Adawi.

Sumber :  http://my.opera.com

Jumat, 12 April 2013

Renungan di akhir usia


Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.

Sumber :  www.amiryess.com

Selasa, 09 April 2013

Renungan Hati :: Rinduku

ya Rabb,Kurasakan Rindu..
pada masa dimana semangat fastabiqul Khairat begitu menyala
pada masa dimana air mata ini begitu mudah jatuh,
pada masa dimana cinta sejati begitu nampak di pelupuk mata,
ya Rabb,kurasakn Rindu..
Sungguh, kurasakan Rindu,
Rindu pada diri yang dulu begitu mengharapkanMu,
Rindu pada diri yang dulu begitu Takut PadaMu,
Tuntunanlah rasa rinduku ini pada jalan kebaikan,
agar dapat kurasakan kembali indahnya memadu kasih denganMu

Sumber : http://greenyazzahra.wordpress.com

Senin, 08 April 2013

Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur

Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur

HARUN YAHYA
Tidak diperlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk memulai berpikir. Bahkan bagi orang yang baru saja bangun tidur di pagi hari pun terdapat banyak sekali hal-hal yang dapat mendorongnya berpikir.
Terpampang sebuah hari yang panjang dihadapan seseorang yang baru saja bangun dari pembaringannya di pagi hari. Sebuah hari dimana rasa capai atau kantuk seakan telah sirna. Ia siap untuk memulai harinya. Ketika berpikir akan hal ini, ia teringat sebuah firman Allah:
"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47)
Setelah membasuh muka dan mandi, ia merasa benar-benar terjaga dan berada dalam kesadarannya secara penuh. Sekarang ia siap untuk berpikir tentang berbagai persoalan yang bermanfaat untuknya. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirkan dari sekedar memikirkan makanan apa yang dipunyainya untuk sarapan pagi atau pukul berapa ia harus berangkat dari rumah. Dan pertama kali ia harus memikirkan tentang hal yang lebih penting ini.
Pertama-tama, bagaimana ia mampu bangun di pagi hari adalah sebuah keajaiban yang luar biasa. Kendatipun telah kehilangan kesadaran sama sekali sewaktu tidur, namun di keesokan harinya ia kembali lagi kepada kesadaran dan kepribadiannya. Jantungnya berdetak, ia dapat bernapas, berbicara dan melihat. Padahal di saat ia pergi tidur, tidak ada jaminan bahwa semua hal ini akan kembali seperti sediakala di pagi harinya. Tidak pula ia mengalami musibah apapun malam itu. Misalnya, kealpaan tetangga yang tinggal di sebelah rumah dapat menyebabkan kebocoran gas yang dapat meledak dan membangunkannya malam itu. Sebuah bencana alam yang dapat merenggut nyawanya dapat saja terjadi di daerah tempat tinggalnya.
Ia mungkin saja mengalami masalah dengan fisiknya. Sebagai contoh, bisa saja ia bangun tidur dengan rasa sakit yang luar biasa pada ginjal atau kepalanya. Namun tak satupun ini terjadi dan ia bangun tidur dalam keadaan selamat dan sehat. Memikirkan yang demikian mendorongnya untuk berterima kasih kepada Allah atas kasih sayang dan penjagaan yang diberikan-Nya.
Memulai hari yang baru dengan kesehatan yang prima memiliki makna bahwa Allah kembali memberikan seseorang sebuah kesempatan yang dapat dipergunakannya untuk mendapatkan keberuntungan yang lebih baik di akhirat. Ingat akan semua ini, maka sikap yang paling sesuai adalah menghabiskan waktu di hari itu dengan cara yang diridhai Allah.
Sebelum segala sesuatu yang lain, seseorang pertama kali hendaknya merencanakan dan sibuk memikirkan hal-hal semacam ini. Titik awal dalam mendapatkan keridhaan Allah adalah dengan memohon kepada Allah agar memudahkannya dalam mengatasi masalah ini. Doa Nabi Sulaiman adalah tauladan yang baik bagi orang-orang yang beriman: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19)
Bagaimana kelemahan manusia mendorong seseorang untuk berpikir?Tubuh manusia yang demikian lemah ketika baru saja bangun dari tidur dapat mendorong manusia untuk berpikir: setiap pagi ia harus membasuh muka dan menggosok gigi. Sadar akan hal ini, ia pun merenungkan tentang kelemahan-kelemahannya yang lain. Keharusannya untuk mandi setiap hari, penampilannya yang akan terlihat mengerikan jika tubuhnya tidak ditutupi oleh kulit ari, dan ketidakmampuannya menahan rasa kantuk, lapar dan dahaga, semuanya adalah bukti-bukti tentang kelemahan dirinya.
"Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Ruum, 30: 54)
Bagi orang yang telah berusia lanjut, bayangan dirinya di dalam cermin dapat memunculkan beragam pikiran dalam benaknya. Ketika menginjak usia dua dekade dari masa hidupnya, tanda-tanda proses penuaan telah terlihat di wajahya. Di usia yang ketigapuluhan, lipatan-lipatan kulit mulai kelihatan di bawah kelopak mata dan di sekitar mulutnya, kulitnya tidak lagi mulus sebagaimana sebelumnya, perubahan bentuk fisik terlihat di sebagian besar tubuhnya. Ketika memasuki usia yang semakin senja, rambutnya memutih dan tangannya menjadi rapuh.

Bagi orang yang berpikir tentang hal ini, usia senja adalah peristiwa yang paling nyata yang menunjukkan sifat fana dari kehidupan dunia dan mencegahnya dari kecintaan dan kerakusan akan dunia. Orang yang memasuki usia tua memahami bahwa detik-detik menuju kematian telah dekat. Jasadnya mengalami proses penuaan dan sedang dalam proses meninggalkan dunia ini. Tubuhnya sedikit demi sedikit mulai melemah kendatipun ruhnya tidaklah berubah menjadi tua. Sebagian besar manusia sangat terpukau oleh ketampanan atau merasa rendah dikarenakan keburukan wajah mereka semasa masih muda.

Pada umumnya, manusia yang dahulunya berwajah tampan ataupun cantik bersikap arogan, sebaliknya yang di masa lalu berwajah tidak menarik merasa rendah diri dan tidak bahagia. Proses penuaan adalah bukti nyata yang menunjukkan sifat sementara dari kecantikan atau keburukan penampilan seseorang. Sehingga dapat diterima dan masuk akal jika yang dinilai dan dibalas oleh Allah adalah akhlaq baik beserta komitmen yang diperlihatkan seseorang kepada Allah.
Setiap saat ketika menghadapi segala kelemahannya manusia berpikir bahwa satu-satunya Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Besar serta jauh dari segala ketidaksempurnaan adalah Allah, dan iapun mengagungkan kebesaran Allah. Allah menciptakan setiap kelemahan manusia dengan sebuah tujuan ataupun makna. Termasuk dalam tujuan ini adalah agar manusia tidak terlalu cinta kepada kehidupan dunia, dan tidak terpedaya dengan segala yang mereka punyai dalam kehidupan dunia. Seseorang yang mampu memahami hal ini dengan berpikir akan mendambakan agar Allah menciptakan dirinya di akhirat kelak bebas dari segala kelemahan.
Segala kelemahan manusia mengingatkan akan satu hal yang menarik untuk direnungkan: tanaman mawar yang muncul dan tumbuh dari tanah yang hitam ternyata memiliki bau yang demikian harum. Sebaliknya, bau yang sangat tidak sedap muncul dari orang yang tidak merawat tubuhnya. Khususnya bagi mereka yang sombong dan membanggakan diri, ini adalah sesuatu yang seharusnya mereka pikirkan dan ambil pelajaran darinya.
DIAMBIL DARI "BAGAIMANA SEORANG MUSLIM BERPIKIR?"
KARYA HARUN YAHYA, ROBBANI PRESS, INDONESIA, 2000
Sumber : http://taura-tlbk.blogspot.com

Minggu, 31 Maret 2013

Renungan | Bosan Hidup



stress



Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”


Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Begitu rileks, begitu santai!

Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.

Suasananya santai banget!

Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.”

Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi.

Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Sang istripun merasa aneh sekali Selama ini, mungkin aku salah. “Maafkan aku, sayang.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.

Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

Ia mendatangi sang Guru lagi.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!

Hidup bukanlah suatu beban yang harus dipikul. Tapi suatu anugerah untuk dinikmati. Seorang yang menjalani hidupnya dengan cara islami, ia akan mendapatkan kenikmatan hidup yang sejati.. insyaALLAH..

Sedikit renungan dipagi ini, semoga bermanfaat.

sumber: anangnurcahyo.wordpress.com

Jumat, 22 Maret 2013

Renungan | Syukuri Saja

Begitu banyak manusia yang terus mengeluh dalam hidupnya.

kenapa tidak bersyukur saja?

dia terlahir sebagai orang yang kurus, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberinya tubuh gemuk.

kenapa tidak bersyukur saja?

ada orang yang terlahir gemuk, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberinya tubuh kurus.

kenapa tidak bersyukur saja?

ada orang yang tidak pernah puas dengan hartanya, lalu dia menghujat Tuhannya yang tidak memberikan semua yang dikehendakinya.

kenapa tidak bersyukur saja?


Sesungguhnya ALLAH SWT Maha Tahu. Dia mengetahui segala sesuatu yang tidak diketahui manusia. Termasuk semua hal terbaik untuk umatNya. kita semua tahu dan meyakini hal itu.

lalu kenapa kita masih mengeluh dengan semua yang diberikanNya pada kita?

Apakah kita merasa lebih tahu dari ALLAH SWT?

Apakah kita merasa lebih hebat dari Tuhan Yang Maha Mulia diatas segalanya?

Mari belajar menerima apa yang diberikanNya pada kita.

sesal, sedih, dan hujatan tidak akan memperbaiki semuanya kecuali menyisakan penyakit hati dan penyakit iman.

mari mencintai ALLAH dengan mencintai semua kehendakNya.

sedikit renungan, semoga bermanfaat.

Sumber: anangnurcahyo.wordpress.com

Tempayan Retak Si Tukang Air

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yang retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun hal ini terjadi setiap hari, Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak bangga akan prestasinya karena sudah melaksanakan tugasnya dengan sempurna.
Namun si tempayan yang retak itu merasa malu akan ketidaksempurnaannya dan merasa sangat sedih karena ia hanya bisa memberikan setengah porsi yang seharusnya dapat ia berikan. Setelah dua tahun tertekan akan kegagalan pahit ini, Tempayan Retak Si Tukang Air  itu berkata pada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri dan saya ingin mohon maaf kepadamu.” “Kenapa?” Tanya si tukang air.
“Selama dua tahun ini saya hanya mampu membawa setengah porsi air yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan yang telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.
Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi.” Kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak dan dalam belas kasihannya ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan kita besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”
Benar, ketika mereka naik ke bukit, Tempayan Retak Si Tukang Air memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya bocor, dan kembali si tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata pada tempayan retak, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu sedangkan tak ada bunga di sisi tempayan yang tidak retak. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sisimu, dan setiap hari ketika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita takkan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”
Kesimpulan:
Setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan. Kita semua adalah Tempayan Retak Si Tukang Air. Namun jika kita mau, Allah akan menggunakan kekurangan kita untuk menghiasNya. Di mata Allah yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita dapat menemukan kekuatan kita.
Sumber: bangka.us

Minggu, 17 Maret 2013

Renungan "Do'a Istri Solehah".. baca dulu yuk bun :)

Ya Allah..
Ampunilah dosaku yang telah aku perbuat,
Limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiada terbatas,
Berikanlah aku kekuatan mental,
Karuniakanlah aku dengan sifat keridha'an,
Peliharalah lidahku dari kata-kata nista,
Kuatkanlah semangatku menempuhi segala ujian darimu,
Berikanlah aku sifat kasih sesama insan..

Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini adalah pilihanMu di Arash,
berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya..
Sekiranya suamiku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu,
karuniakanlah aku sifat kasih dan ridho atas segala perbuatannya..
Sekiranya suamiku ini adalah bidadara untuk di JannahMu,
limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawa'dhu akan segala perintahnya..
Sekiranya suamiku ini adalah yang terbaik untukku di DuniaMu,
peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya..
Sekiranya suamiku ini jodoh yang dirahmati olehMu,
berikanlah aku kesabaran untuk menghadapi segala sesuatu karenanya..

Tetapi Ya Allah..
Sekiranya suamiku ini ditakdirkan bukan untuk diriku seorang,
Tunjukkanlah aku jalan yang terbaik untuk aku harungi segala dugaanMu..
Sekiranya suamiku tergoda dengan keindahan DuniaMu,
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan,
Karuniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku membetulkan keadaannya..
Sekiranya suamiku mencintai kesesatan,
Pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari keterlenaannya..

Ya Allah..
Kau maha mengetahui apa yang terbaik untukku,
Kau juga yang maha mengampuni segala kekhilafanku,
Sekiranya aku tersilap membuat keputusan, bimbinglah aku ke jalan yang Kau ridhoi,
Sekiranya aku lalai dalam tanggung jawabku sebagai istri, hukumlah aku di Dunia tapi bukan di AkhiratMu..
Sekiranya aku ingkar dan durhaka, berikanlah aku petunjuk kearah RahmatMu..

Ya Allah..
Sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukmu,
Aku buta tanpa bimbinganMu,
Aku cacat tanpa hidayahMu,
Aku hina tanpa rahmatMu..

Ya Allah..
Kuatkan hati dan semangatku, tabahkan aku menghadapi segala cobaanMu..
Jadikanlah aku istri yang disenangi suami,
Bukakanlah hatiku untuk menghayati AgamaMu,
Bimbinglah aku menjadi istri solehah, hanya padaMu..

Ya Allah..
Ku mohon segala harapam..
Karena aku pasrah dengan dugaanMu,
Karena aku sadar hinanya aku,
Karena aku insan lemah yang kerap keliru,
Karena aku lupa dengan keindahan DuniaMu,
Karena kurang sabarku menghadapi cobaanMu,
Karena pendek akalku mengharungi ujianMu,

Ya Allah.. Ya Tuhanku..
Aku hanya ingin menjadi istri yang dirahmati
Istri yang dikasihi
Istri yang solehah

Istri yang senantiasa dihati suamiku,, aamiin..

Sumber: ibuhamil.com