Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Cerita Humor: Kisah Polisi dan Pengemis

Polisi : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?

Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udah makan 3x koq.

Polisi : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?

Pengemis : Kayak orang susah aja..! Tadi pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru-guru & teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan bbm saya, mereka lagi makan di Pizza HUT tau! /

Polisi sampai kebingungan dan berkata : Emank bapak ngemis 1 hari dapet berapa..? :

Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00. Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet 2.000.
1 jam = 60 kali lampu merah/Hijau

60 x 2.000 = 120.000 /jam

1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.

9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.

1 bulan saya kerja 26 hari.

26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/ bulan.

Polisi sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu..:O

Pengemis berkata : Emang mas jadi Polisi, gaji per bulannya brp..?

Polisi : 3.500.000

Pengemis : Ijasah..?

Polisi: SMU/D3

Pengemis : Saya jadi prihatin dech lihat penderitaan mas!!! Pasti abis banyak duit ya mas buat sekolah??? blom lagi kerja kena marah ama Komandan, Kepala mas isinya pasti penuh soal kerjaan mulu. Mending mas ngemis aja. Biar kaya sperti saya. Saya ngemis udah 20 tahun, udah punya 2 mobil BMW buat saya & istri saya, kartu kredit platinum, Apartemen, rmh di kawasan elite, anak saya belajar di international school dan anak perempuan saya yg paling tua sekarang lagi liburan bareng temen2nya yang sipit-sipit ke singapure,, minimal setahun 1X kami keliling dunia

Sumber: http://madiunkingdom.blogspot.com Description: Cerita Humor: Kis

Rabu, 24 Juli 2013

Humor :: Alangkah Lucunya

Lucu. Mengapa uang  
100.000 terasa begitu
kecil saat saya belanja
kan di mall, tapi uang
10.000 terasa begitu
besar saat saya masuk
kan ke kotak infaq?

Lucu. Mengapa saat
saya membaca Al-Qur’an  
sepuluh halaman saja sudah terasa begitu banyak, padahal
saya bisa membaca 100 halaman novel hanya dalam waktu semalam?

Lucu. Mengapa duduk berdzikir sepuluh menit terasa begitu lama,
sementara waktu satu jam bisa terasa begitu singkat saat saya ngobrol dengan
teman-teman?
 
Lucu. Mengapa saya bisa hafal berpuluh lirik lagu dalam dan luar negri,
tapi menghafal satu surah yang pendek saja saya susah?

Lucu. Mengapa untuk sebuah konser yang tiketnya ratusan ribu saya bela-belain
datang,
tapi untuk datang ke acara kajian yang gratis saya sering kali enggan?

Lucu.  Mengapa saya selalu berusaha on-time saat hendak bertemu atasan atau
klien, sementara untuk bertemu dengan Sang Khaliq saya sering mengulur waktu?

Mengapa hidup saya begitu lucu kawan?

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com

Hakim Disuap Pengacara

Dengan tergopoh-gopoh, Eric, Pengacara PT Tak Ada Lawan menemui George, Hakim pada Pengadilan di ruangannya sambil membawa sebuah koper besar berisi apel-apel segar (red. uang suap) dari Bos Besar PT Tak Ada Lawan untuk Sang Hakim yang mulia.

Eric: “Selamat siang, Pak Hakim!”

George: “Ya, siang. Kamu bawa pesanan saya apel-apel itu?”

Eric: “Siap, Pak! Ini sudah saya bawakan untuk Bapak dari Bos Besar.”

George: ” Ya sudah, letakkan di atas meja saya apel-apel itu”.

Eric: ” Tapi, Pak..”

George: “Tapi apa??”

Eric: “Saya diminta Bos Besar untuk menyerahkannya di bawah meja Bapak, bukan di atas meja, Bapak. Karena Bos Besar bilang ini apel-apelnya diberikan ‘under table’, Pak.”

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

Kamis, 11 Juli 2013

Saat Rindu Itu Berpindah Tempat…

Bulan Ramadhan
Benar - benar membuat perubahan pada diri Slamet
Ini membuat pacarnya, Ijah, heran
………
Ijah:
Aku heran mas…..bulan Ramadhan ini kamu banyak berubah

Slamet:
Berubah? Memang aku berubah apaan? 

Ijah:
Biasanya dirimu selalu sms aku hampir tiap jam bilang “aku Rindu padamu Ijah”
Tapi sejak Ramadhan, kamu gak pernah lagi SMS aku bilang rindu
Emang Kenapa mas?

Slamet:
Soalnya aku sudah punya yang lain buat DIRINDUKAN, Jah…

Ijah:
Apaaaaa? Kamu sudah punya yang lain mas Slamet???
Kamu tegaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……..tegaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Memang siapa sih mas dia yang telah menggantikanku untuk dirindukan?

Slamet:
ADZAN MAGRIB……..

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com

Rabu, 03 Juli 2013

Hape Smart

Di suatu kantin sebuah perguruan tinggi di Jakarta, terdengar dua orang mahasiswa sedang bercakap-cakap.

“Duh Yan, parah deh. Masa semalam hape gue tiba-tiba nelpon mantan.” Reza memulai percakapan.

“Maksud loe?” tanya Yandi pada sahabatnya.

“Iya semalam hape gue tuh tiba-tiba nelpon mantan. Padahal itu nope dah gue hapus,” jawab reza sambil nyeruput kopinya.

“Ooh hape loe ada setannya kali?” Ungkap Yandi sekenanya.

“Hari gini percaya setan. Bukan gitu juga kali bro.”

“Terus?”

“Ini kan hape smart. Ternyata nope mantan, gue taro d panggilan cepat, trs kepijit kodenya. Saking smartnya Ya nelponn lah ini hape tanpa disuruh.” Reza menjelaskan dengan seksama.

“Iya hapenya smart, yang punyanya oon gak gak abis-abis.”

“Wah ngeledek lu.”

“Bukan ngeledek! Maksud gue, hape loe kan udah pasaran banget, berceceran di mana-mana udah kayak tai ayam aja, harusnya udah ganti tuh! ” Reza tambah menggoda.

“Maksud loe, hape gue dah jadul gitu, dah gak sesuai dengan perkembangan jaman? Sorry bro, gue pake hape gini dari jaman jebot. Gak bisa gue pindah ke lain hati.”

“Itu sih bukan setia. Emang loe gaptek aja kali.”

“Nah elo sendiri. Ngapain masih pake hape cina? Kagak pake hape yang pintar?” Reza balik bertanya dengan sengit.

“Nah gue mah lain. Apapun hapenya yang penting bisa nelpon.”

“Buat nelpon siapa? Gue liat kontak loe cowok semua.”

“Yaaa, elu lagi. Dah jadul oon loe permanen.”

“Maksud loe?”

“Kan sekarang nelpon ke sesama gratis bro.”

Gubraak, Reza pun pingsan di meja kantinnya.

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

[Humor] Menjatuhkan Mental

Kaka’: Adiiik, ayo cepetan bangun. Entar keburu kesiangan nih. Cepat mandi terus makan. Kakak sudah nungguin dari tadi nih.

Adik: Hoaemmm… emangnya ada apa Kak?

Kaka’: Lho… kok lupa? Katanya liburan mau belajar naik sepeda? Keburu ramai nanti jalannya.

Adik: Sepedanya sudah disiapin Kak? Sadelnya sudah diturunin?

Kaka’: Sudah. Beres. Semua sudah disiapin. Sepeda sudah dicek semua. Sadelnya sudah diturunin. Tens*plast sudah disiapin. Obat merah Bet*din sudah disiapin. Perban sudah siap. Param kocok juga sudah ada.

Adik: Taakuuuttt…

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

Selasa, 11 Juni 2013

Poligami Ala Pak Haji

Seorang wartawan datang menemui Haji Muhammad Sempoerna untuk minta klarifikasi tentang kabar poligami pak Haji M.Sempoerna .

” Assalamu’alaikum pak Haji,apa kabarnya ? “

” Alhamdulillah sehat, ada apa anak muda? “

” Ehm, begini pak Haji.Apakah benar kabar berita yang beredar selama ini bahwasanya pak Haji telah berpoligami? ”

” Benar,saya sudah berpoligami 2,3 dan 4 “

” Hah ! Kok bisa sih sampai 2,3 dan 4 “

” Ya bisalah,kan saya sudah syahadat. Yang nomor 2 itu sholat,mempoligami antara hablumminallah dengan hablumminannas.
Yang no.3 Zakat, mempoligami antara iman,islam dan ihsan.
Yang no.4 Puasa, mempoligami antara syariat,tarikat,hakikat dan ma’rifat.
Begitu lho anak muda “

” Oh gitu ya poligami ala pak Haji. Tapi kok cuma 2,3 dan 4? Kenapa gak 5 ? “

” Ah kamu ini anak muda kok gak ngerti rukun Islam. No.5 itu Sempoerna,dan orang menyebutnya Haji.
Nama saya itu tadinya cuma Muhammad,berhubung udah sanggup mempoligami 2,3 dan 4 makanya Sempoerna. Dapatlah gelar Haji, dan akhirnya semua memanggil saya Haji Muhammad Sempoerna.
Disingkat H.M.Sempoerna “

” hehe, gitu ya contohnya berpoligami. Terima kasih atas klarifikasinya,saya mohon pamit undur diri. Assalamu’alaikum “

” Wa’alaikum salam warohmatullohi wa barokatuh “

*****
Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

Rabu, 05 Juni 2013

Humor :: Teknologi Layar Sentuh atau Touch Screen Ternyata Terinspirasi dari WARTEG

Pada suatu saat seorang Ilmuwan Manca Negara makan di WARTEG. Setiap PENGUNJUNG yang datang ditanya oleh Pelayan Warteg.

Pelayan: “Makan pake apa?”

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca (menunjuk makanan di baliknya)

Pelayan: “Makan pake apa lagi?”

Pengunjung menempelkan jarinya ke kaca lagi.

Pelayan: “Apa lagi?”

Pengunjung kembali menempelkan jarinya ke kaca…

Beberapa detik kemudian makananpun sudah siap tersaji. SANG ILMUWAN pun berdecak kagum, ternyata technology di Indonesia luar biasa majunya. Tak ayal lagi merekapun menjiplaknya untuk TV, LAPTOP, PDA Blackberry Torch dan Ipad.

Note:
* Kisah atau cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan nama, tokoh atau karakter dan tempat, mohon maklum adanya. Terima kasih.

Sumber: http://duniabaca.com

Jumat, 17 Mei 2013

Hu, hu, hu, Humor

Nonik (istri)  :  paaah, k0k tumbenan b0ngkar2
lemari, nyari apa  pah?

Sinyo  (suami)  :   nyari surat kawin kita, ndek
mana mah

Nonik  : o0oh itul0h ada ndik laci bawah

Sinyo  :  0h iya nih, sudah ketemu.
( . . . . . . . . lalu dibaca, dibolak balik, lamaaa
30 menit)

Nonik  :  w0ng baca surat kawin kok lama
banget t0 ?

Sinyo  :  . . . . . .  iya, ini loh aku nyari-nyari  masa  berlakunya, sampai kapan ya.
Kalau STNK/KTP kan berlaku 5 tahun

Nonik  :  ?? ? ? ? ? $ # @ # $ ????????????????????????????????????????/

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

Senin, 13 Mei 2013

“ANTIMO DAN POLISI”

Wawan yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Akedemi Kepolisian, merasa sangat senang dan bangga. Dia berencana untuk pulang ke kampung halaman, dan membawa kedua orang tuanya untuk menghadiri upacara pelantikan dirinya. Wawan pun langsung segera bergegas dan berkemas, dan dia tidak lupa membeli ANTIMO agar dia tidak mabuk dalam perjalanan.
 
Wawan pun langsung membeli Antimo tersebut, di warung sebelah Asramanya. Dia langsung menelan dua butir. Namun, setelah dua jam perjalanan, Wawan mulai merasa mabuk dan pengen muntah. Dia berusaha untuk menahannya sambil bergumam dalam hati “Wahhh, sialan tuch pemilik warung. Gue dikasih Antimo palsu. Gue udah makan 2 butir masih tetap aja mabuk dan pengen muntah. Awas aja nanti, gue bakal kasih pelajaran buat dia.”

Wawan pun akhirnya, tiba di desanya. Dua hari kemudian, Wawan dan kedua orang tuanya, sudah berada di Akedemi Kepolisian dan siap mengikuti upacara pelantikan yang akan segera dilakukan. Sebelum acara dimulai, Wawan pergi ke warung untuk menemui penjual Antimo tersebut. Dengan pakaian Polisi yang sudah rapi, Wawan berjalan dengan penuh wibawa….

Wawan : Selamat siang Pak. Saya mau komplen. Antimo yang bapak kasih, palsu ya??

Penjual : Wahhhh, itu stok baru Pak. Memangnya kenapa Pak ???

Wawan : Saya sudah minum dua butir, kenapa saya masih mabuk perjalanan ???

Penjual : Oooooo….Bapak dari Kepolisian ya???

Wawan : Yaaaa… apakah Anda tidak melihat seragam saya (menjawab dengan tegas)

Penjual : Pantesan Pak. Antimo kan hanya untuk DARAT, LAUT, UDARA. Buat KEPOLISIAN belum ada Pak….

Wawan : Guuuubbbbrrrraaakkkkk….*&^%$#^*(&%$%

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com

Jumat, 10 Mei 2013

(Humor) Eyang Subur dan Ahmad Fathanah Kandidat Kuat Menteri Pemberdayaan Perempuan


1368165786793185700
Img; kompas.com
Cak Min mulai jengkel dengan menteri pemberdayaan perempuan yang selama ini dianggap tidak ada pekerjaan sama sekali. Bagaimana tidak, sebagai menteri perempuan dia seharusnya punya data perempuan di Indonesia dan apa permasalahan mereka.

“Kalau begini caranya, Eyang Subur dan Ahmad Fathanah itu cocok jadi menteri pemberdayaan perempuan…” ucap Pak Min di atas becaknya.

“Kamu ini tukang becak kok seperti pakar Min..Min..” Cletuk Kang Man

“Memangnya kenapa Man? Kamu kok nyolot saja seperti pengacara eyang subur. Saya kan juga termasuk bagian dari bangsa Indonesia…boleh beropini”

“Iya, tapi kenapa harus Eyang Subur dan Ahmad Fathanah yang jadi menteri pemberdayaan perempuan…”

“Ya itu buktinya, mereka berdua mampu memberdayakan banyak perempuan…”

“Yang betul Min, kamu itu harus bisa membedakan antara memberdayakan perempuan dan memperdayakan perempuan…???”

“Mbuh wis…sak karepmu…”

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com

Senin, 06 Mei 2013

Tomin Ciye!

Roro    : Mas Tomin :D

Tomin  : Password?

Roro    : Aku arekmu :D

Tomin  : Salah! Wes ganti.

Roro    : Ganti apa?

Tomin  : Rahasia!

Roro    : *macak detektif Conan*

Tomin  : *turu*

Roro    : *ambung*

Tomin  : *wudhu*

Roro    : Mas Tomin lucu, tambah sayang aku :D

Tomin nutupi raine atek bantal. Ora ndang iso turu arek iku milih murep. Sesuk Minggu nang sekolahane bakal ono acara Pensi ngge arek-arek kelas telu sing mari ujian. Tomin wis janjian karo kanca-kancane kate teka. Isuk mruput pas emake kate budal nang pasar arek lanang umek njaluk melu.

“Lapo sih koen iku? Wis gedhe kok sik kintil ae. Wedi lek makmu ilang ta?” omele Wiji.

Tomin meneng, ora nyauri. Nang pasar Wiji sing blanja sayur digereti ae dastere. Tibake arek lanang iku njaluk ditukokno kaos anyar.

“Opo? Gak iso. Wingi henponmu iku piro regane, sik kate njaluk kaos barang.”
“Halah, Mak, sitok ae lho,” rayune Tomin.

“Emoh! Tak gibeng sisan koen ngko!”

Tomin wis masang rai melas ning Wiji sik ora gelem ngalah.

“Sepuluh ewu telu, siji telungewu manganus, Mbak Yu!”

Lagek mlaku kate metu saka pasar, Wiji ndelok bakul njeroan dirubung wong akeh. Wong wedok sing penasaran iku trus nyedek.

“Piro iku?” takone Wiji karo njuding sempak.

“Mangewu, Mbak, murah meriah,” saure bakule.

“Iku ae,” omonge Wiji nang anake.

“Kaos guduk sempak!” saure Tomin.

“Penting lak anyar. Lagian ganteng gak iku sing penting saka njero. Gelem gak?”
Tomin mecucu.

“Iku loro,” omonge Wiji nang bakule.

“Ukurane opo? Sing iki L tapi kantongane XL,” omonge bakule ngguyoni.

“Kuwalik, lek arek iki ukuran XL tapi kantongane S,” saure Wiji.

Bakul njeroan sing lanang ning rada kemayu iku mesem karo nyawangi Tomin sing raine abang ireng, isin.

“Iso ae, wong wis sakmunu gedhene. Lak wis sunat sih iku, Mbak Yu?”

“Sunat sik kapanane kae,” saure Wiji.

“Mak’e ki ngunu yo diomongno,” omonge Tomin karo selot mrengut.

Ora oleh kaos anyar Tomin budal ndelok Pensi atek sempak anyar. Penting ono sing anyar masio ta ora iso dipamerno. Lek biasane numpak bemo dina iki Tomin numpak sepeda motor. Kaet wingi arek lanang iku wis umek nyilih sepeda motor bapake. Roro sing sekolahane sebelahan karo Tomin melu ndelok. Acarane ancen dibuka gawe umum, asal bayar tiket. Tomin sing wis diwanti-wanti karo bapake lek sepeda motore kate digawe kerjo dikongkon mulih maksimal jam loro seprapat. Lumayanlah, Tomin sing wis nang sekolahan kaet jam 10 wis lumayan katek lek nontok. Roro sing budale numpak sepeda mulihe njaluk bareng Tomin. Jare sepedae bocor.

“Cie areke wis duwe pacar saiki,” omonge salah siji kancane Tomin.

“Sopo?”

“Halah, atek isin barang. Iku mau arek sebelah kan?”

Kanca-kancane Tomin sing lagek ngumpul nang parkiran padha ngguyu. Tomin sing mangkel digudani mecucu.
 
“Traktiran, Min.”

“Ho oh, pacar anyar kudu dibancaki.”

“Guduk pacarku. Aku lho gak seneng areke!” saure Tomin.

Roro sing maune kate metu, marani Tomin langsung mandeg. Arek wedok iku meneng. Raine sing mau mesam-mesem malih melas. Kanca-kancane Tomin siji-siji ngalih. Ono sing mulih, ono sing mbalik nang lapangan, nerusno lek nontok. Tomin sik mangkring nang duwur sepeda motore ngenteni Roro.

“Hehehe.”

“Suuwiiiii,” jare Tomin ndelok Roro njebus.

“Hehehee,” Roro cengengesan maneh.

“Malah cengengesan. Wis gurung?”

“Gak sido bareng, sepedae wis iso,” saure Roro.

“Lah? Jare bocor? Mbujuk yo koen?”

“Hehehe. Aku mulih dewe ae hehehe.”

“Ojo lali SMS lek wis teko omah,” omonge Tomin.

Arek lanang iku langsung nyandak sepeda motore trus budal mulih. Roro nyawang karo mesem ning ora suwi. Arek iku mbalik njupuk sepedae. Jam papat Tomin ndeloki henpone. Durung ono SMS. Arek lanang iku kate SMS dhisikan ora wani soale Roro nyilih henpone bapake.

Jam limo henpone Tomin yo durung ono SMS saka Roro. Arek lanang iku mrengut. Kesel ngenteni arek lanang iku menek wit jambu ngarep omah. Ngedemno awak, ngedemno ati sing rada ora tenang. Sing dienteni ora kepikiran kate SMS. Mlaku nuntun sepeda saka sekolahan nang omah garai awake kembloh kringet. Iku ae durung teka-teka. Karo nyawangi dalan saka wit jambu, Tomin dolanan henpone. Pas lagek mlerok arek lanang iku ndelok Roro nuntun sepedae nang pinggir dalan.

“Ro! Ayo bareng aku!”

“Hehehe, wis cedek. Gak usah,” saure Roro.

“Cedek opo, kene ditumpakno mburi.”

Mulane Roro wegah ning suwi-suwi manut. Edi njunjung sepedae Roro, ditumpakno nang bak mburi. Arek lanang sing mari melu Om’e ngeterno sound system iku ngongkon Om’e mandeg pas ndelok Roro mlaku karo nuntun sepedae.

“Aku lungguh mburi ae, isis,” jare Roro.

“Yo, tak kancani.”

Arek lanang wedok iku langsung munggah trus lungguh nglesot nang bak mburi karo sepeda. Ora suwi pick up Om’e Edi mlaku. Tomin sing ndelok mung mlerok karo mecucu. Roro sing ora tau nggawa sangu duwit, mung sangu mangan utawa jajan karo banyu iku ora iso nambalno ban sepedae sing bocor. Akhire arek wedok iku mulih karo nuntun sepedae.

“Byur!”

“Mak’e ki gak ndelok-ndelok. Ono anake nang dukur malah disiram!” bengoke Tomin sing raine kembloh banyu.

“Salahe sopo mangkring nang kono. Aku lho lagek siram-siram,” saure Wiji.
 
“Siram-siram ki yo lemah, nang ngisor gak nang dukur!”

“Yo sak sirku. Bah kate tak siramno lemah, tak siramno dukur, tak ngge raup yo sak sirku,” saure Wiji ora gelem kalah.

Diman sing krungu rame-rame nang ngarep omah moro ning ora nyedek. Karo gedhek-gedhek wong lanang iku ngomong lirih.

“Arek wis meneng-meneng sik ae dijaraki. Gatel ta ndelok anake meneng ngunu?”

Sumber:  http://hiburan.kompasiana.com
***

Kisah Malam Minggu: Clara Janda Muda yang Kehausan

Clara adalah seorang Janda kaya raya yang suaminya baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan jalan raya..

Usianya masih muda, masih di bawah 25 tahun dan secara fisik, clara termasuk cantik, potongan tubuh nya pun bisa dibilang sangat molek.

Sejak kematian suaminya,
Clara selalu diganggu oleh para pemuda2 di sekitar rumahnya yang sudah lama memendam rasa kepadanya.

Namun begitu,, Clara tidak pernah melayani pemuda2 tersebut, karena hatinya masih rindu kepada suaminya, walaupun sebenarnya di dalam hatinya terasa sangat2 kesepian..

Terlebih lagi di malam hari… Rasa kesepian di hatinya tak ada yang tahu.

Pada satu malam, kira-kira pukul 2 pagi….
Clara bangun dari tidurnya.
Badannya terasa panas… tenggorokannya terasa kering…   
Clara merasa begitu dahaga sekali…

Clara bangun, berjalan perlahan keluar dari kamarnya menuju ke dapur… langkahnya begitu gontai seiring dahaga yang tengah menerpanya.

Sesampai di dapur…,
Clara langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin sejuk…
Clara menuangnya ke dalam gelas dan meminumya dengan cepat. Setelah meminum air tersebut…,
Clara kembali ke dalam kamar untuk kembali tidur……..

Begitulah
kisah mengenai seorang janda yang haus…. serius amat bacanya.. 

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com

Senin, 29 April 2013

Keledai Membaca

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin Hoja seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, "Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya!"

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

"Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca."

Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca?"

Nasrudin berkisah, "Sesampai di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."

"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?"

Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca, hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan?" )

Sumber :  http://www.pksnongsa.org

Minggu, 28 April 2013

Pilih yang Mana Hayo??

Bagong : Truk, sudah mantep pilihannya belum?

Petruk : kayaknya sudah…

Bagong : Lho kok pakai kayaknya, itu berarti belum yakin betul..

Petruk : kayaknya memang begitu….

Bagong : kalo aku sudah yakin truk. 

Petruk : kayaknya memang begitu..

Bagong : Wo…lha kamu itu mabuk ya Truk, diajak ngobrol malah nglindur

Petruk : Kayaknya itu juga benar…

Bagong : Wong edan! 

Petruk : Itu baru salah….

Bagong : Gini ya Truk, Pilgub kan sebulan lagi,,, menurutmu yang bakal menang siapa?

Petruk : Susah…, prediksi sering meleset, malu aku Gong…

Bagong : ya, ini intern saja, ndak bakal aku tertawakan jika meleset

Petruk : Ah ini bukan perkara malu atau tidak, tapi krediblelitas..

Bagong : wkwkwkkwkwk…kayak bakal calon aja kamu…

Petruk : Daripada buat alasan untuk menutupi kesalahan, mending tak tahu aja…

Bagong : Aku pinginnya milih yang kira-kira bakal menang, biar ndak sakit hati..

Petruk : Milih itu ya Milih, tak ada hubungannya dengan menang atau kalah..

Bagong : Maksudnya Truk..?

Petruk : Milih itu ikhtiar, usaha, sekaligus permohonan,, semoga yang dipilih itu benar..

Bagong : Begitu ya Truk? Harus bersyukur jika menang, dan legowo jika tersingkir?

Petruk : Lha mau apa lagi? jika terpilih kita dapat apa? dan jika kalah ? kita kehilangan apa?

Bagong : Iya..ya? lha tapi fanatisme susah hilangnya…mirip suporter bola lho Truk…!

Petruk : Lha salahnya siapa membawa urusan begitu ke dalam hati?

Bagong : Benar juga ya? wong cilik tahu apa kita…

Petruk : Jadi pemilih yang independen saja. Pilih dan doakan…sudah begitu,,

Bagong : Bener juga ya? daripada susah tidur, dan berantem dengan tetangga, mending adem-adem aja

Petruk : BBM mau naik itu sudah bikin Nyut-nyut kepala begitu to? Harus ditambah mikirin jago

Bagong : Iyo, Truk,,, tapi boleh bisikin, jagomu siapa?

Petruk : Rahasia Gong,,, aku ndak pingin mempengaruhi suara hatimu…,

Bagong : Walah, sok diplomatis…

Petruk : Sudahlah, bila hatiku dan hatimu benar-benar masih terang dan putih..pasti sama

Bagong : Maksudmu Truk?

Petruk : Besuk aja kalo jempolku sudah kena tinta, aku sms pilihanku ya?

Bagong: Oke Truk….

Petruk : Tapi Insya Alloh ya Gong? kalo gak males berangkatnya…..

Bagong : Wo bocah gendeng, Ini jawabanmu yang benar sepertinya…

Petruk : Kayaknya memang begitu…

Sumber :  http://hiburan.kompasiana.com

Senin, 22 April 2013

Benci atau Rindu?

Dengan semangat ’45 si Jon turun dari bus TransJogja. Sabtu sore yang cerah, kemana lagi kalo bukan ke tempat pujaan hati. Untung rumah si Temon tak jauh dari halte TransJogja.

Tak perlu mengetuk pintu, karena di depan rumah ayah si Temon sedang bersiap dengan raketnya hendak berangkat mau olahraga. Sebenarnya sih Jon pernah ikut maen badminton, tapi kapok, karena hidungnya kena smash ayah Temon sampe bengkak tiga hari. Mungkin laen kali kalo terpaksa jadi sparring-partnernya, musti persiapan pake helm full-face. Setelah berbasa-basi dalam dosis secukupnya, ayah Temon berangkat, tak lupa sebelum pergi memanggil Temon, “Mon … dicari temanmu si Jon …”

Si Jon menunggu di teras rumah. Tunggu punya tunggu, bukannya Temon yang keluar, tapi seekor anjing kecil. “Ah, sejak kapan Temon piara anjing”, pikir Jon, “biasanya adanya juga nyamuk sama tokek …” Jon mencoba “bersikap ramah” pada anjing tersebut, tapi eh … malah anjing tersebut menyalak lalu mengejar dan menggigit ujung celana Jon. Jon baru ingat beberapa hari yang lalu, sepatunya basah kehujanan lalu dijemur, eh njemurnya di atap rumah dekat jemuran gereh punya ibu kost, mungkin itu penyebab anjing tersebut terusik. Biasanya cowok ngapel ketemu bapak yang galak, eh ini anjingnya yang galak …

Untung sebelum terjadi kerusakan berkepanjangan yang lebih parah, dari dalam rumah terdengar suara Temon memanggil, “Ayo …. Joni … jangan nakal … “, lalu muncullah sosok cewek bertampang imut kayak marmut, anjing kecil tersebut pun batal menguber Jon, dan menghambur ke dalam rumah.
Jon bernapas lega .. tapi sejurus kemudian tersadar, “Lho … tadi kamu panggil anjing itu apa?”
Temon senyum, “Itu anjing dikasih tanteku, aku kasih nama Joni …”

Jon mrengut, “Kok kamu tega ya, namaku dikasihkan buat anjing …”
“Bukan begitu sayang … Justru anjing kecil itu kunamai sama denganmu, karena aku sayang banget sama kamu. Kamu nggak keberatan kan ….”
“Ahh … enggak kok”, Jon agak tengsin juga, ” .. tapi laen kali kalo kasih nama bilang-bilang dulu ya ….”
“Sayang … Kalo aku lagi kangen sama kamu, aku lihat anjing ini, jadi setiap kali lihat anjing kesayanganku ini aku ingat sama kamu …”
“Ohh … begitu …”, Jon manggut-manggut, meski di benaknya terpikir, “Jangan-jangan begitu juga sebaliknya … setiap kali Temon lihat aku maka dia akan teringat pada …….” Hmmm… kok nggak enak ya rasanya …

**

Moga-moga saja sih Temon memang beritikad “tulus”, nggak tahu entar kalo suatu hari Jon putus sama Temon, gimana ya nasib anjing itu, apa bakal ganti nama ya?

Jon ingat satu temannya yang bernama Gentho. Si Gentho ini miara seekor hamster. Karena Gentho jengkel sama dosen bimbingannya di kampus yang rewel abis sehingga skripsinya Gentho nggak kelar-kelar, sebut saja Pak Semprong, maka hamster piaraannya dikasih nama Semprong. Kalo pas si Jon lagi bertandang ke rumah Gentho, maka ya seperti ini yang sering terdengar:
“Semprong … ayo … makan …”
“Semprong .. kok eekmu bau ya …”
“Semprong … kamu kok gembul sekarang .. kebanyakan tidur ya …”

Rupanya si Gentho “melampiaskan kejengkelannya” pada piaraannya, tapi cuma sebatas itu sih, selebihnya si Semprong tetap dipiara baik-baik. Moga-moga saja Pak dosen Semprong nggak pernah bertandang ke rumah Gentho …

Ada teman Jon lainnya, punya sepasang kucing jantan dan betina, keduanya rukun banget. Terus sama majikannya dikasih nama Anang dan Syahrini. Tapi kemudian Anang dan Syahrini (yang beneran) kan putus .. Terus gimana apa ganti nama saja. “Jangan ah … entar kucingnya bingung …” Si Jon komentar, “Kok nggak dikasih nama dari majalah Bobo saja, misal dikasih nama Bobo apa Coreng?” Jawabnya, “Tapi Bobo kan kelinci …..”

Baiklah teman-teman, itulah kisah si Jon. Ini ada gambar dua ekor kucing yang sering maen ke rumahku dan kuberi makan. Tapi ini kucing bukan kucing piaraan yang jinak sih karena nggak bisa dipegang. Karena bukan punyaku sendiri ini kucing nggak bertuan, nggak tahu namanya. Kira-kira kucing-kucing ini enaknya diberi nama apa ya? Tapi melihat kucing mbangtelon ini kok mengingatkanku pada …..
Sumber : http://baltyra.com

Sabtu, 20 April 2013

Mari Berwisata ke Kebun Koruptor

Suatu hari PANJUL dan BEJO, terlibat pembicaraan serius.

BEJO: Jul, apa kamu punya usul untuk menghapus korupsi di Indonesia.

PANJUL : kalau dihapus habis, ngga bisa. Tapi kalau cuma sekedar menekan supaya tidak berkembang biak, aku punya usul.

BEJO: caranya?

PANJUL: buat wisata kebun koruptor.

BEJO: aneh. Sampe wisata segala…

PANJUL: katamu minta usul. Ya udah, kalo ngga terima. Ngga jadi aku ceritanya.

BEJO: ya, ya… lanjutkan aja. Tapi kenapa wisata. Kho seperti obyek wisata.

PANJUL: Indonesia di kenal di dunia Internasional, selain Bali, korupsi juga jadi perhatian. Makanya sekalian aja jadi obyek wisata. Lumayan, bisa menambah devisa negara.

BEJO: Ngawur. Lalu apa hubungannya dengan koruptor.

PANJUL: Orang yang telah divonis pengadilan bersalah, kan disebut terpidana. Lalu dijebloskan ke penjara yang namanya Lembaga Pemasyarakatan. Nah, karena koruptor maling uang rakyat, maka seharusnya tempatnya bukan di LP, tapi langsung di tengah masyarakat

BEJO: aku bingung? Terus…

PANJUL: ya, itu tadi. Dibuatkan tempat khusus namanya Kebun Koruptor. Para koruptor ditempatkan satu per satu dalam kandang yang beda, Kalau korupsinya sejenis, ditempatkan dalam kandang yang sama. Kandangnya terbuka, hanya dibatasi dengan pagar besi.

BEJO: dasar sinting.

PANJUL: mau diteruskan ngga?

BEJO: ya, ya… teruskan.

PANJUL: disetiap kandang, ditulis identitas koruptor lengkap dengan foto, sejarahnya dan masa hukuman. Nah, kebun koruptor itu dijadikan obyek wisata. Jadi semua orang bisa berkunjung. Termasuk studi wisata bagi anak-anak SD. Ada pandu wisatanya, untuk jelaskan spesies koruptor itu. Supaya negara hemat anggaran, para koruptor itu jangan diberi makan.

BEJO: kalo ngga dikasih makan, kelamaan bisa mati dong.

PANJUL: ya, ngga. Alternatifnya di obyek wisata itu, dibuka stand pedangan kecil menjual makanan. Kan sekalian membantu masyarakat kecil. Para wisatawan diwajibkan untuk membeli makanan minimal satu. Misalnya kacang ato pisang. Jadi, pas lewat kandang satu, wisatawan bisa lempar pisang atau kacang, ke koruptor itu untuk makan. Wisatawan bisa juga foto-foto di sekitar kandang. Hebat ngga usulku.

BEJO: usulan gila. Lalu maksudnya apa.

PANJUL: katamu tadi untuk menekan angka koruptor. Menurutku, hukum harus memberi efek jera. Bukan hanya pada yang bersangkutan tapi juga masyarakat. Daripada di LP, malah dapat fasilitas lebih dari narapidana maling ayam.

BEJO: Ya, tapi itu kan hukumannya kejam banget.

PANJUL: Daripada di potong tangan. Lebih kejam lagi atau di tembak mati seperti di China.

BEJO: memang betul, tapi itu kan melanggar HAM. Dipertontankan jadi obyek wisata seperti di kebun binatang.

PANJUL: menurutmu, HAM itu apa?

BEJO: Hak Asasi Manusia.

PANJUL: Memangnya koruptor itu manusia.

BEJO: #%&?%$#$

Sumber : http://hiburan.kompasiana.com

Rabu, 17 April 2013

Cerita Koplak Singkat Bikin Ngakak

                                                                 
- Pino: Anjrit! Muka gue jadi item nih oni!
- Oni: Kok bisa, Pin?
- Pino: Gara2 salah sabun
- Oni: Emang lu pake sabun apaan?
- Pino: Sabun penghilang keputihan
- Oni: -__- Koplakk

===>
- Oni: Pin, nyokap gw sekarang jd bartender donk
- Pino: Ah yg bener lo?
- Oni: Iya, tiap hari dia nge-mix kencur sama kunyit asem
- Pino: -___- itu tukang jamu, KAMPRET!

===>
- Pino: Kenapa berak dicelana lu?
- Oni: Abis nonton berita
- Pino: Apa hubungannya?
- Oni: Presenternya bilang "jgn beranjak kemana2" padahal gue udah kebelet >,<
- Pino: O___O #Koplok

===>
- Pino: Gw janji mulai sekarang gw udah ga mau judi lagi.. gw tobat bro
- Oni: Yakin lo?
- Pino: Yeee lo ga percaya? ayo sini taruhan!
- Oni: -___- Wasem.. *Timpuk Jamban*

===>
- Pino: Bro, gawe dimana lo sekarang?
- Oni: Gw lg jual-beli aja bro
- Pino: Wow, jd pengusaha lo sekarang?
- Oni: Bukann bro, jual-celana beli-beras maksud'nya
- Pino: -__- *mati aja lo* #SH

===>
- Oni: Pin, kenapa lu? Kok murung gitu?
- Pino: Gw lagi sedih nih oni
- Oni: Sedih kenapa?
- Pino: Sedih punya temen jelek kayak elu
- Oni: Щ(ºДºщ) BUNGCUDH!

===>
- Oni: Lagi ngapain bro?
- Pino: Bangun rumah bro
- Oni: Pasangin alarm aja bro, biar rumahnya bisa bangun on time
- Pino: -___-" KOPLOK!

===>
- Pino: Gw kapok naik pesawat terbang lagi, oni
- Oni: Emang knp, Pin?
- Pino: Masa pilotnya gak nganterin gue sampe rumah! Padahal udah bayar mahal²!
- Oni: -___- Aihh dodol..

===>
- Oni: Gila lu Pin, dari kemarin gonta ganti mobil trus.. Pake supir pula.. Anak orang kaya lu ya?
- Pino: Bukan sob, gw cuma joki 3 in 1
- Oni: -___- Wasem.

===>
- Pino: Wih WC di mall berdiri ya oni, keren banget!
- Oni: Jangan bilang lu tadi boker disitu, Pin?
- Pino: Iya, emang knp?
- Oni: Guoblok! itu kan buat kencing!
- Pino: o_O Wehh

===>
- Oni: Liat nih Pin, gw abis dr paris *sambil nunjukin foto*
- Pino: Bohong lu, oni! itu kan tower SUTET!
- Oni: Щ(ºДºщ) itu menara Eifel, jing! #SambitJamban

===>
- Oni: Pin, gimana biar jadi sukses?
- Pino: Bergaul sama org sukses
- Oni: Kalo mau pinter?
- Pino: Bergaul sama orang pinter
- Oni: Pantes gw ga maju², gaulnya ma lu mulu
- Pino: -,,,- Anjir #NelenJamban

===>
- Pino: Bro, tetangga gw mati kemaren ditabrak ayam
- Oni: Ga mungkin! Ngaco lo ah! Mana bisa?
- Pino: Bisa lah, kan ayamnya naik truk, bro
- Oni: -___-" wasem, berantem aja yuk! #KOPLOK!

===>
- Pino: Bro, ini kok phonebook lu isinya cowo semua, gak ada ceweknya?
- Oni: gak gaul sih lu.. Dimana2 itu nelpon ke SESAMA lebih murah bro
- Pino: koplak lo o_O #Duarr

===>
- Pino: Wah gimana nih mobil gw mogok
- Oni: coba cek aki nya
- Pino: udah, tetep ga bisa
- Oni: emang dmn aki nya?
- Pino: itu dibelakang lg duduk
- Oni: itu aki2 jing! -___-

===>
- Pino: Oni lu Pilgub DKI pilih sapa?
- Oni: gw golput Pin
- Pino: Lah knp?
- Oni: gw gak mau asal nyoblos, Pin.. Bukan muhrim
- Pino: dodol -___-" COT!

===>
- Oni: Pin, lu lg dimana?
- Pino: lagi di taman bro berduaan
- Oni: pasti sama pacar lu ya?
- Pino: bukan, sama bangku taman
- Oni: anjritt o_O

===>
- Oni: Pin, ikut gw mancing yuk
- Pino: *Siapin peralatan mancing* yuk, mancing apaan Oni?
- Oni: Mancing Kerusuhan
- Pino: setan lo -___-"

===>
- Oni: Pin, lu kuliah dimana?
- Pino: UnTar
- Oni: Universitas Tarumanegara ya?
- Pino: bukan, Universitas Ntar2an, lg males nih gue
- Oni: somplak "...."

===>
- Oni: Pin, ada yg tawuran
- Pino: dah ga usah takut, biar gue yg duluan
- Oni: lu maju duluan?
- Pino: kabur duluan bego
- Oni: wasem -___-

===>
- Pino: Bro buruan nonton TV skrg! Ada film action berdarah-darah
- Oni: wih judulnya apa?
- Pino: The HAID bro
- Oni: itu The RAID jing! -___-" *Sambit TV*

===>
- Pino: Bro, kita naik gunung yuk.. Lu kan lum pernah liat kawah
- Oni: yuk bro, kita ke gunung apa nih?
- Pino: Anak krakatau bro (´⌣`ʃƪ)
- Oni: setan,, lo aja sono +___+ *Mati*

===>
- Oni: Pin tolong teriakin tukang bakso dong
- Pino: udah tuh Oni
- Oni: kok gak ada suaranya? Lo teriak dmn?
- Pino: di twitter, liat aja TL gw
- Oni: goblok -___-" COT!

===>
- Oni: Lo mudik kemana Pin?
- Pino: ke Bandung Oni
- Oni: jangan lewat Tol cipularang Pin
- Pino: emang knp? angker?
- Oni: Motor ga boleh lewat situ
- Pino: dodol -___-" COT!

===>
- Pino: Bro, kemaren gw dikeroyok 3 org anak STM, menang dong
- Oni: ah biasa itu mah! Gw pernah dikeroyok ma 20 org
- Pino: menang??
- Oni: masuk UGD bro
- Pino: goblok -___-

===>
- Pino: Bro, kok kita gak boleh masuk mall sih?
- Oni: tadi satpam nya bilang ke gue, gak boleh bawa monyet ke dalem mall
- Pino: (۳˚Д˚)۳ BUNGCUDH! #BakarMall



Sumber : http://www.kaskus.co.id

Senin, 15 April 2013

Cerita Humor Lucu

#1
Pemuda : abang tukang ojeg ya.?
T,ojeg : iya..mas mau kmana.?
Pemuda : kalau ke gank depan brapa bang.?
T,ojeg : oh..cuma lima ribu.!
Pemuda : kalau ke prempatan depan sana brapa.?
T,ojeg : cuma tujuh ribu.!
Pemuda : kalau ke pasar brapa bang.?
T,ojeg : sepuluh ribu aja.!
Pemuda : mmm…kalau ke mall brapa.?
T,ojeg : limabelas ribu,,mas sbnrnya mau naek ojeg gak sih.? *kesal*
pemuda : gak cuma nanya2 aja,soalnya saya mau ngojeg dsini juga..!!
T,ojeg : &%& %….. *nelen helm*
#2
Guru bertanya cita – cita kepada muridnya.
Guru : “Dillah cita- cita kamu apa..?”
Dillah : “jadi polisi bu, kalau ada penjahat yg ganggu ibu aku bisa menembak dan nangkap mereka..! gratis untuk ibu”
Guru : “Dillah ibu jadi terharu, Ferdi kamu jadi apa..?”
Ferdi : “jadi dokter bu, kalau penjahat melukai ibu bisa ku rawat, buat ibu gratis..!”
Guru : “ibu jadi sangat terharu , kalau kamu otong mau jadi apa..?”
Otong : “Tukang gali kubur bu.! kalau Dillah tidak berhasil menangkap dan penjahat berhasil melukai dan ferdi gak berhasil merawat ibu dan ibu meninggal. kan sudah ku sediain kuburan.. Gratistististis untuk ibu.”
Guru dengan kesal dan berkata:
“Dasar kampret keluar dari ruangan sekarang..”
Hahaha….
#3
Di pinggir jalan ada sebuah warung kecil yang menjual beraneka macam gorengan.
Lalu tiba2 sebuah motor berhenti dan seorang pemuda turun hendak beli gorengan.
Bejo : “Mbak…,,berapaan gorenganya??
Pedagang : “Yang mana aja boleh bang, cuman 2000 tiga ko, murah aja.
Bejo : “Wah pantesan murah, dah basi ya semuanya mbak??
Pedagang : “Heeeh…,lu kalau ngomong ati2 ya, gorengan masih anget baru di angkat lu bilang basi..!!(sambil melotot)
bejo : “Tadi kan mbak bilang 2003, sekrang udah 2013, berartikan basi mbak..!!
#4
Suatu siang udin nelpon radio FM
Udin : halo? Radio FM saya barusan nemu dompet di jalan, isinya uang 3juta, kartu kredit, atm card, kartu sim dan voucher
Radio FM : wah kmu jujur skali, jadi kmu mnelpon mau balikin dompet yg kmu tmukan djalan yah?
Udin : NggAk, saya cuman mau request lagu sedih untuk dia yg judulnya “relakanlah”
Glodak glodak.
#5
Anak 1 : bapak gue sedang motong kayu, ee tangan nya trluka. Darahnya hitam!
Anak 2 : bokap gue jatuh dari genteng, tulangnya hitam woy!
Anak 3 : ah lu smua blm seberapa. Semalam waktu nonton di ruang keluarga, bokap gue kentut! Tiba2 sluruh ruangan jd gelap!!

Sumber :  http://sakeena.net

Kamis, 11 April 2013

(Humor) Nama yang Tidak Disarankan

Calba: Iz, anakku di-USG ternyata laki-laki. Kamu punya saran nggak, nama anak laki-laki yang keren agak kebarat-baratan gitu?

Izenk: Kalo saran sih nggak punya. Tapi kalo nama yang tidak disarankan ada.

Calba: Apa tuh?

Izenk: Jangan namain anakmu Daniel. Soalnya entar kalau kamu manggil anakmu ‘anakku daniel’, entar orang-orang salah dengar, dipikir kamu bilang ‘anak kuda nil’. Padahal kamu kan bukan kuda nil, tapi badak jawa.

Calba: Betul juga ya. Ntar bisa jadi fitnah tuh, badak kok dibilang kuda nil. Trus lainnya?

Izenk: Jangan namain anakmu Toni. Soalnya entar kalo dia nakal, terus orang-orang akan bilang ‘pantes saja si toni nakal, lha nama panjangnya saitonirrojim kok’.

Calba: Gawat juga tuh. Trims ya atas saranmu yang tidak bermutu.

Sumber :  http://hiburan.kompasiana.com