“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
Jumat, 22 Maret 2013
Kisah Mi Semangkok
“Tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
Kamis, 13 Desember 2012
Cerita Katak
Kedua katak tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Teman-temannya yang berada di atas tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan mereka pasti mati.
Akhirnya, salah satu dari katak yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata katak yang di atas. Dia menyerah. Tenaganya tiba-tiba melemah. Cengkeramannya tak lagi kuat. Dia terjatuh dan akhirnya mati. Sedangkan katak yang satunya tetap melanjutakan untuk melompat sedapat mungkin.
Sekali lagi kerumunan katak tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan lebih baik mati saja.
"Hei sudahlah, kamu tidak akan berhasil. Turun saja." Teriak katak di atas bersahutan. Semakin riuh. Semakin tinggi teriakan mereka. Sambil berloncatan dan tepuk tangan dengan nada cemooh.
Pada saat seperti itu, tiba-tiba si katak yang berada di bawah tersenyum. Dan menatap penuh tajam seolah ada kiriman energi besar ke tubuhnya. Diaa terus berusaha melompat lebih kencang. Satu loncatan, dua loncatan, tiga, empat...sepuluh.. dua puluh loncatan dan akhirnya berhasil. Dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Dan kemudian mendatangi satu persatu teman-temannya. Di salami dan di peluk.
Katak lainnya takjub dengan semangat katak yang satu ini. Satu ekor katak maju dan bertanya : "Apa kau tidak mendengar teriakan kami?"
Katak yang selamat itu hanya diam saja sambil membersih-bersihkan tubuhnya.
"Hei, apa kau tidak mendengar cemoohan kami?" kata katak yang lain.
Katak yang selamat itu malah berkata, "Kawan-kawan, terima kasih atas teriakan semangat kalian. Ayo kita lanjutkan perjalanan."
Semua katak bengong. Saling melihat satu sama lain dengan menyimpan kebingungan. Akhirnya mereka semua sadar bahwa katak yang selamat itu tak mendengar teriakan mereka. Dia tuli. Dan tadi, mereka malah dianggap oleh katak yang selamat itu sedang berteriak dan berlompat-lompat menyemangati dirinya bak cheerleaders yang besorai di lapangan. Duss...
Demikianlah, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dengan katak yang tadi terjatuh sebagai pimpinan. Ia dipilih teman-teman mereka karena, dinilai memiliki kekuatan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi.
*****
Apa yang dapat kita pelajari dari kisah tersebut di atas?
Bahwa, kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit. Kata-kata positif akan membantu mereka dalam menjalani hari-hari dengan penuh semangat. Kata-kata positif menularkan energi positif pada orang lain. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Kata negatif dan pesimis seperti, "kamu kalah", "kamu tidak bisa," "kamu bodoh", akan melemahkan semangat dan membuat orang lain dengan mudah memilih jalan keputus-asaan. Kata negatif menularkan energi negatif pada orang lain.
Maka, suarakanlah hanya 'kata-kata kehidupan'. Berikan itu kepada rekan, teman, istri, anak atau bahkan kepada yang tidak dikenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaannya, kejatuhannya dan kemalangannya. Mereka yang sakit, yakinkan bahwa bisa sembuh. Mereka yang takut, yakinkan bahwa tak ada yang perlu ditakuti. Anak kita yang tak berprestasi, yakinkan suatu saat ia akan menjadi manusia sukses. Dan mereka yang ingin kembali pada jalan lurus, yakinkan bahwa Allah sedang menunggu mereka di pintu ampunan. Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu itu untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh. Membangun kemauan dan keinginan berhasil pada diri mereka dengan tatapan antusias dan "kata-kata kehidupan" kita.
Sumber : Nurul Hayat
Sabtu, 03 November 2012
Aspirasi
"Dasar, manusia kurang pengetahuan!" suara kura-kura yang agak lebih besar. "Iya, kenapa manusia ini tidak belajar dulu tentang kita?" sahut yang kecil menimpali.
Tak lama, keduanya pun merasakan siraman air. Byurr! Dua anak kura-kura menyambut gembira. Tapi, kegembiraan itu tak lama. Karena air yang tersiram begitu banyak, melebihi batas jangkauan leher kura-kura ysng butuh nafas di udara bebas.
Lagi-lagi, dua anak kura-kura itu blingsatan. Keduanya tampak mulai pucat karena tak mampu menjangkau permukaan air untuk mengambil nafas. Kalau saja bisa terdengar, mungkin si pemelihara kura-kura akan kaget dengan omelan dua kura-kura kecil itu : "Hei, belajar dulu, dong! Baru ngurusin kita!"
Melihat keanehan itu, si pemelihara kura-kura mulai sadar. Air pun ia kurangi. Dan, wajah puas pun terlihat ketika si pemelihara kura-kura mendapati hewan-hewannya sudah bertingkah normal.
Sesaat kemudian, si pemelihara kura-kura menyeburkan beberapa sobekan roti kedalam akuarium. Ia berharap, kalau peliharaannya akan berebut melahap roti. Tapi, kedua anak kura-kura itu tak peduli.
Kalau saja si manusia pemelihara kura-kura itu mendengar ucapan hewan peliharaannya, ia akan mendengar ucapan ini. "Aduh, gimana sih. Orang butuh cacing air dikasih roti!"
***
Kehidupan mendudukkan manusia pada posisi yang unik. Manusia berkesempatan dan berkemampuan menjadi pemimpin. Manusia punya kemampuan memimpin hewan, tumbuhan, bahkan sesama manusia lain. Saat itulah, manusia bisa menjadi pengendali.
Masalah akan timbul ketika sang pemimpin punya ego yang ingin dipaksakan. Atau, ia memang tidak paham dengan makhluk-makhluk yang ia pimpin : kapasitas, selera, kecenderungan, budaya, dan berbagai hal lain.
Jangan sampai ia seperti pemelihara kura-kura yang buta dengan semua aspirasi hidup yang ia pimpin. Karena didengar atau tidak, mereka yang dipimpin akan mengatakan, "Gimana sih. Orang butuh ini dikasih itu!"
Sumber : Nurul Hayat
Rabu, 03 Oktober 2012
Lucu Yahh....
Lucu ya, uang Rp. 20.000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal Masjid atau Mushola, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.
Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa singkatnya waktu itu untuk pertandingan sepakbola.
Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film bioskop.
Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tetapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman.
Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.
Lucu ya, orang-orang berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut saf paling belakang bila Jum'atan agar bisa cepat keluar.
Lucu ya, kita perlu undangan pengajian 3 - 4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan diagenda kita, tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika.
Lucu ya, susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah, tapi mudahhya orang berpartisipasi menyebar gosip.
Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran atau TV, tapi sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Qur'an.
Lucu ya, semua orang penginnya masuk Surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara, ataupun melakukan apa-apa.
Begitulah, sebagian besar kita tidak terasa sering melakukan hal-hal yang lucu!!
Sumber : Nurul Hayat
Sabtu, 29 September 2012
Ilmu Memancing
Di tepi sungai, tampak beberapa orang yang sedang memancing. Di antara para pemancing di sana, terdapat dua orang yang terkenal karena kepandaiannya memancing sehingga setiap hari ikan hasil tangkapan mereka berdua selalu berhasil memenuhi ember yang mereka bawa. Penduduk di sekitar situ pun sangat mengagumi mereka.
Sekelompok anak muda mendatangi si pemancing ingin berguru kepada mereka. Saat mendengar maksud dan tujuan para pemuda itu, diam-diam si pemancing pertama pergi menghindar mereka sambil menggerutu, "Enak saja anak-anak muda itu mau berguru kepadaku. Ilmuku tidak akan kubagikan percuma kepada mereka karena toh tidak ada untungnya bagiku. Lebih baik waktuku kumanfaatkan sebaik-baiknya, untuk lebih berkonsentrasi mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya."
Sedangkan pemancing kedua dengan ramah membalas sapaan para pemuda yang datang menghampirinya. "Kalian ingin belajar memancing? Silahkan saja. Bapak dengan senang hati akan mengajari kalian."
Dan selanjutnya, setiap hari, dan berhari-hari kemudian, dengan tekun dan gembira masing-masing anak mempelajari teknik-teknik memancing, mencari, dan memasang umpan di mata kail untuk menarik perhatian ikan memakan umpan, berlatih konsentrasi, dan lain-lain.
Karena gembira dengan ilmu yang didapat, para murid itu membuat kesepakatan bahwa setiap sepuluh ikan hasil tangkapan mereka, akan disisihkan satu ekor untuk guru mereka sebagai tanda ungkapan rasa terima kasih.
Berkat kebaikan dan kemurahan hati si pemancing dengan membagikan ilmu kepada orang-orang lain, maka di kemudian hari si pemancing tidak perlu harus memancing ikan setiap hari.
Hasil tangkapan yang disisihkan oleh para muridnya ternyata mampu menunjang kehidupannya di kemudian hari, sepanjang sisa hidupnya. Sedangkan pemancing yang lainnya, sepanjang hidupnya harus tetap melakukan pekerjaan memancing sendiri karena tanpa memancing dia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri.
Sahabat, seperti nyala api sebuah lilin, walaupun memberikan api kepada lilin-lilin yang lain, dia tidak berkurang sinarnya. Bahkan di saat sumbu lilin yang lain menempel padanya, saat itulah apinya menyala lebih terang. Dengan memberi, ternyata sedikitpun tidak ada yang berkurang dari yang dipunyainya.
Seperti seorang guru, setiap hari membagi ilmu kepada begitu banyak murid tanpa kehilangan sedikitpun ilmu yang dia punyai, bahkan pada kisah pemancing tadi, dengan membagi ilmu memancingnya, dia mendapatkan keuntungan sepanjang hidupnya.
Berbahagialah mereka yang mau memberi tanpa mengharapkan balasan karena sesungguhnya hukum alam selalu memberi imbalan atas setiap perbuatan baik tanpa perlu kita memintanya. Maka pada saat kita bisa mempunyai kesempatan untuk memberi, berilah! Karena dari sisi lain kita pasti akan mendapatkan sesuatu, bahkan di luar dugaan kita.
Sumber : Nurul Hayat
Selasa, 25 September 2012
Resep Kue Abadi
KUE PERKAWINAN
Bahan :
- 1 pria sehat,
- 1 wanita sehat,
- 100% Komitmen,
- 2 pasang restu orang tua,
- 1 botol kasih sayang murni.
Bumbu :
- 1 balok besar humor,
- 25 gr rekreasi,
- 1 bungkus doa,
- 2 sendok teh telpon-telponan,
- 5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Tips :
- Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapaat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin).
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan kerohanian.
Cara memasak :
- Pria dan wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni. - Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
- Kue siap dinikmati.
Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar seukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, di jamin semuanya halal koq!
Sumber : Nurul Hayat
Minggu, 23 September 2012
Seandainya Rasulullah Bertamu Ke Rumah Kita
Sahabatku, bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang kira-kira akan kita lakukan? Pastinya kita akan sangat berbahagia lalu memeluk beliau erat-erat, mempersilahkan beliau masuk ruang tamu kita lalu meminta dengan sangat agar beliau sudi menginap beberapa hari di rumah kita.
Beliau tentu tersenyum.......
Tapi barangkali kita akan meminta pula beliau bersedia menunggu sebentar saja di depan pintu rumah kita karena kita teringat masih ada CD film dewasa di ruang tengah hingga kita harus tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Atau barangkali kita teringat ada lukisan wanita cantik yang berpakaian terbuka yang kita pajang di ruang tamu kita, hingga kita meminta Beliau tetap menunggu di balik pintu agar memberi waktu buat kita untuk memindahkan lukisan itu.
Barangkali kita akan segera memidahkan lafadz Allah dan Muhammad yang ada di ruang sempit bagian samping rumah kita dan memajangnya di ruang tamu kita.
Beliau tentu masih tersenyum.......
Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Pasti kita akan merasa malu karena kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Sholawat untuk menyambut kedatangan Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari mereka.
Barangkali kita menjadi bertambah malu bahwa ternyata kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi justru hafal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols, KDI, AFI dan artis-artis sinetron kita beserta gosip seputar mereka.
Beliau tentu tetap tersenyum.......
Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat keluarga. Dan barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah.
Barangkali kita menjadi sangat malu ketika junjungan kita ini mengetahui bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi. Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV menonton gosip selebriti.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Beliau tentu masih tetap tersenyum.......
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih di situ.......
Sahabat, bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah kita karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan sangat malu di depan Rasulullah?
Masihkah kita merindukan beliau singgah di rumah kita? Dan masihkah beliau tersenyum? Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir. Oh, betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah.
Maafkan kami ya Rasulullah.......
Sumber : Nurul Hayat
Selasa, 18 September 2012
Bohong Berantai
Pernahkah anda berbohong lalu menyesal? Jika pernah, apa yang lantas anda lakukan? Ehm... biar saya tebak. Mungkin anda melakukan salah satu hal berikut ini :
1. Mengakui bahwa anda berbohong, melakukan klarifikasi dan meminta maaf.
2. Diam saja. Dalam hati sudah sadar kalau bohong itu dosa dan berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi. Tak perlu minta maaf, yang penting sudah janji pada diri sendiri untuk tidak
bohong lagi.
3. Malu lah kalau ketahuan bohong. Maka terciptalah kebohongan-kebohongan lain untuk
menutupi kebohongan pertama itu. Jadinya bohong berantai. Orang lain mungkin tak tahu anda bohong, tapi dapatkah anda hidup tenang berada dalam kubangan kebohongan?
Sebuah kebohongan, pasti akan diikuti kebohongan-kebohongan yang lain.
Contohnya percakapan antara Si A dan Si B berikut ini di suatu pagi.
A : "Sarapan, yuk...!"
B : "Aku sudah sarapan di rumah tadi." (Padahal B belum sarapan, hanya karena dana di dompet
hanya cukup untuk ongkos pulang nanti, maka B menolak)
A : "Sarapan apa tadi?"
B : "Ehm, nasi goreng..!" "gelagapan" (Aduh, ini bohong yang kedua..!)
A : "Oh, ya? Siapa yang masak?"
B : "Beli di warung sebelah rumah, kok..." (Ini bohong ketiga. Padahal warung sebelah rumah kalau pagi jualannya nasi uduk)
A : "Ada ya, yang jualan nasi goreng pagi-pagi? Di tempatku kok nggak ada, ya?"
B : "Ada dong, kamunya aja yang belum nemu." (Emang ada, tapi bukan di sebelah rumahku. Ini bohong ke empat, ya?)
A : "Besok aku nitip beliin, yah?!"
B : "Oh boleh..." (Ciaaaa.....!!! Mau beli kemana, Non? Hmm, bohong kelima..!)
A : "Ya udah aku sarapan dulu, ya. Sebenarnya, tadi aku mau traktir kamu. Tapi ternyata kamu
sudah sarapan. Terasa sarapan sendiri, deh..."
B : "Owwhh.....!" (Tahu gini aku tadi nggak bohong. Rugi! Rugi! Rugi! Rejeki nggak jadi datang
gara-gara bohong). Jadi, mari awali hari dengan kejujuran. Capek, bohong tuh...!
Sumber : Nurul Hayat
Sabtu, 08 September 2012
Lowongan Yang Dijamin Diterima
LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka
SYARAT-SYARAT PELAMAR
-- Tidak diperlukan ijazah
-- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok
-- Tidak perlu bawa harta
-- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.
Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.
WAKTU WAWANCARA :
Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.
Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisapan (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rosulullah SAW pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun.
Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawannya).
BENARKAH LOWONGAN INI ?
"Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Alloh SWT. Demi Alloh SWT! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan" (HR Tirmidzi & Al-Bukhari)
Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Alloh, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan terompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.
Sumber: NURUL HAYAT
Koruptor Melempar Jumroh
Seorang koruptor kelas nasional berencana menunaikan haji tahun ini. Sebenarnya ia tak terlalu berminat melakukan ritual haji yang sudah terkenal sulit dan susah itu. Akan tetapi karena tuntutan pamor agar mendapat predikat sebagai pribadi taat agama lebih kuat dan penting, maka mau tidak mau dia harus berangkat haji tahun ini. Dan lagian tidak enak pula kalau tidak segera menunaikan ibadah haji, sebab para bawahan dan teman-teman sejawatnya sudah ada dan banyak yang bertitel haji.
Maka dengan mengikuti ONH Plus pada KBIH paling top dan mahal di ibu kota, sang koruptor berangkat naik haji. Hari itu ia sudah menjejakkan kaki "haram"nya di "tanah suci haram".
Singkat cerita, prosesi ibadah haji-pun dimulai. Sang koruptor tidak menemui kendala yang cukup berarti pada proses wukuf di arofah dan mabit di Mina. Hingga sebuah kejadian muncul ketika melempar jumroh.
"Saya lempar kamu setan..." teriaknya semangat sambil sekuat tenaga melemparkan melemparkan batu pertama.
Tiba-tiba, "CTOK!..", Dari arah depan satu batu kerikil mengenai kepalanya. Sang koruptor meringis.
Dilemparnya lagi batu yang kedua. Ternyata, kepalanya kembali menjadi sasaran lemparan batu. Ada yang melempar dari depan. Sambil meringis sang koruptor mendongak ke depan hendak mengetahui siapa gerangan yang melempar batu. "Brengsek!!" Umpatnya.
Dilemparnya lagi batu yang ketiga. Tetap sama seperti sebelumnya. Kali ini malah kerikil yang meluncur ke kepalanya lebih besar dari sebelumnya. Sejurus kemudian tiba-tiba terdengar sebuah suara :
"WOII.., SESAMA SETAN DILARANG SALING MELEMPAR !!"
Sumber: NURUL HAYAT


