![]() |
Ilustrasi/Admin (Shutterstock) |
Masih ingat Aceng Fikri mantan Gubernur Garut? Kalau tidak salah dia menceraikan istrinya setelah menikahi selama 4 hari. Alasan diceraikan Fanny Octora diduga Aceng sudah tidak perawan lagi. Ane juga teringat dulu ada penyanyi terkenal Almarhum Farid Hardja yang menceraikan istrinya setelah 2 hari menikah dengan alasan istrinya tidak perawan lagi.
Dan pertanyaannya, Begitu pentingkah nilai keperawanan bagi seorang wanita?
Jawaban beragam akan tentu didapat bila ditanyakan
kepada seratus orang pria. Mungkin bagi pria yang benar-benar masih
perjaka cukup manusiawi kalau menginginkan calon istrinya masih perawan.
Yang mungkin agak kontroversi adalah seseorang seperti Aceng Fikri yang
sudah mempunyai 3 orang istri masih menuntut keperawanan dari calon
istri keempatnya.
Tulisan ini ane tulis karena barusan baca berita di
kompas.com ada berita bahwa Pekan lalu ratusan perempuan di India
diyakini telah dipaksa untuk melakukan tes keperawanan dan kehamilan
menjelang sebuah upacara pernikahan massal. Sejumlah saksi mengatakan,
sekitar 450 perempuan harus menjalani tes keperawanan di distrik Betul
yang diselenggarakan oleh pemerintah Madhya Pradesh India.
Upacara perkawinan massal tersebut
memang dibiayai pemerintah untuk menolong wanita miskin di India karena
untuk beberapa adat disana kaum wanita diharuskan menyiapkan mas kawin
bagi pria. Jadi untuk wanita miskin akan sulit mendapatkan jodohnya.
Laporan dari media Times of India pekan lalu,
para perempuan itu dipaksa untuk melakukan tes yang diduga atas
perintah pemerintah karena dicurigai peserta nikah massal ada yang sudah
hamil dan ada yang hanya mengincar hadiah perkawinan saja.
Tapi memang test yang dilakukan tersebut menuai kontroversi di kalangan pemerintah India.
Lain ladang lain belalang, kalau di India bisa
terjadi seperti itu tetapi kalau di Indonesia tentu hal seperti itu
tidak akan terjadi. Tidak terbayangkan terjadi di lingkungan kita ada
test semacam itu.
Kontroversi Keperawanan kelihatannya sampai beberapa waktu
kedepan akan selalu dan tetap menjadi sesuatu yang tidak dapat
dibenarkan atau disalahkan karena bersifat prinsip pribadi. Sebagian
besar pria memang memandang Keperawanan wanita sebagai hal yang penting
tapi sebagian lagi tidak.
Yang pasti bagi kaum muda khususnya remaja wanita, tidak ada salahnya untuk menjaga baik-baik dirinya dan menjunjung tinggi hal tersebut. Bagaimanapun juga Keperawanan bisa dikatakan sebagai simbol moral yang tinggi bagi seorang wanita.
Sumber: http://muda.kompasiana.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar