Dingin merambah tubuh
Lidah kelu terjegal kaku
Biru menghias tubuh yang kian pilu
Malaikat datang menjemputmu
Nafasmu yang tak pernah kau syukuri
Kini tertahan tanpa kau hindari
Detak jantung yang kau anggap biasa
Kini menjadi sangat berharga di tiap detakannya
Lembayung wajah kematian kian mendekat
Suara tangis bergema menyesakkan dada
Namun tiadalah kita mendengarnya
Karena telinga tak lagi ada suara
Masih ingatkah tentang tangan yang berdosa
Sebentar lagi akan menjadi sepotong tulang tak berharga
Masih ingatkan tentang wajah yang kau banggakan
Sesaat lagi akan terkubur dalam tanah
Masih ingatkah akan harta yang kita jadikan raja
Sebentar lagi akan mengalun indah menjadi petaka
Malaikat tidak tidur
Kematian mengintai hidup
Untuk apa?
Pakaian indah nan penuh hias
Kini bersisa kain kafan
Harta yang di agungkan
Hanya tinggal barang bekas tak berguna
Saat kematian datang menjemput
Tiada pangkat, tiada jabatan
Tiada kaya, tiada miskin
Tiada pula cantik atau rupawan
Malaikat maut tetap mencabut nyawamu
Ingatkah pada kubur
Tempat saat tubuh di pendam
Di tinggal sendiri dalam gelap
Ditemani bintang malam dan kesunyian
Ingatkan bahwa kita akan di kubur
Saat dimana belatung memakan tubuh kita
Harta, dunia, dan seisinya tak lagi guna
Tinggal menunggu adzab dalam penyesalan
~kisah-puisi.blogspot.co.id~
Tampilkan postingan dengan label Alby Maulana Putra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alby Maulana Putra. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Oktober 2015
Sabtu, 14 Juni 2014
Mengenang Alby Maulana Putra
Ya ALLAH...
Aku sadar dengan keterbatasanku.
Aku tidak Engkau perintah untuk mengerti rahasia Mu, kecuali kewajibanku atas tuntunan Mu. Tapi kadang ada yang menolak dalam diri ini, bahwa itu rahasia Mu.
Sudah kurasakan bahwa Engkau Maha Kasih Sayang.
Bahkan itu berulang kali.
Ya ALLAH...
Selama ini aku meyakini, Engkau memberikan yang terbaik bagi hamba Mu, walau kadang dalam diri menolak, mengapa jalan yang Engkau berikan tidak seperti yang kupikir dan bayangkan.
Ya Tuhan, ampunilah segala yang kupikir dan bayangkan.
Dalam kehina'anku, aku sering lupa dengan keagungan Mu, karena sebenarnyalah, hanya Engkau yang Maha Agung.
Dalam kebodohanku, aku sering lupa dengan kasih sayang Mu, karena sebenarnyalah Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Ya ALLAH, ampun beribu ampun atas kata hatiku, bahwa Alby Maulana Putra menjadi salah satu yang terpilih dengan kasih sayang Mu, tanpa memberi beban kewajiban apapun.
Sekali lagi ampun beribu ampun ya Allah, atas kebodohan kata hatiku.
Untuk kamu Alby, songsong kebahagianmu, sebagai pengganti kepedihan semua yang kamu tinggal, yang mencoba mengerti dan belajar ikhlas.
Aku sadar dengan keterbatasanku.
Aku tidak Engkau perintah untuk mengerti rahasia Mu, kecuali kewajibanku atas tuntunan Mu. Tapi kadang ada yang menolak dalam diri ini, bahwa itu rahasia Mu.
Sudah kurasakan bahwa Engkau Maha Kasih Sayang.
Bahkan itu berulang kali.
Ya ALLAH...
Selama ini aku meyakini, Engkau memberikan yang terbaik bagi hamba Mu, walau kadang dalam diri menolak, mengapa jalan yang Engkau berikan tidak seperti yang kupikir dan bayangkan.
Ya Tuhan, ampunilah segala yang kupikir dan bayangkan.
Dalam kehina'anku, aku sering lupa dengan keagungan Mu, karena sebenarnyalah, hanya Engkau yang Maha Agung.
Dalam kebodohanku, aku sering lupa dengan kasih sayang Mu, karena sebenarnyalah Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Ya ALLAH, ampun beribu ampun atas kata hatiku, bahwa Alby Maulana Putra menjadi salah satu yang terpilih dengan kasih sayang Mu, tanpa memberi beban kewajiban apapun.
Sekali lagi ampun beribu ampun ya Allah, atas kebodohan kata hatiku.
Untuk kamu Alby, songsong kebahagianmu, sebagai pengganti kepedihan semua yang kamu tinggal, yang mencoba mengerti dan belajar ikhlas.
Selasa, 10 Juni 2014
"SELAMAT JALAN CUCU KU - Alby Maulana Putra"
![]() |
| 15 Juni 2013 - 8 Juni 2014 |
"Hidup dan mati kita sudah ada yang mengaturnya, aku yakin dan percaya kepada takdir"
"Kepergiannya bukan untuk disesali, melainkan harus aku renungi dan mengikhlaskannya, karena sebanyak dan sekeras apapun aku menangis dia tak akan pernah kembali"
"Aku selalu takut kalau mendengar kata mati, namun itulah yang akan aku hadapi"
"Tak terasa air mataku menetes bersama kepergianmu.. (sungguh) aku sangat kehilanganmu.. selamat jalan malaikat kecilku. Semoga kamu ditempatkan di surga sama Allah... Amiin. Maafkan nenek belum bisa bahagiakan kamu. Nenek sayang kamu, Nak."
SELAMAT JALAN CUCUKU "Alby Maulana Putra"
Kamis, 13 Maret 2014
Bersyukur Dulu, Lagi, Selamanya…
Assalaamu’alaikum..
Haloo Sahabat, Tahu ga sih? Salah Satu hal yang membuat hati menjadi lapang dan tenang adalah dengan merenungkan keindahan ciptaan Allah Yang Maha Agung di alam semesta ini.
Albert Einsten pernah mengatakan bahwa siapapun yang memperhatikan alam semesta dengan seksama, akan tahu bahwa yang menciptkannya adalah Dzat Yang Maha Bijak.
Oleh sebab itu, APA kita masih punya alasan untuk tidak bersyukur atas semua yang kita miliki dan semua alam semesta yang kita nikmati secara Gratis ini?
Sahabat, Rasa Syukur itu memang dahsyat sekali lho efek nya. Bahkan Saya selalu mengikrarkannya seetiap harii.. dan mau tahu hasil yang sudah saya dapatkan? Mmmh.. Alhamdulillah (arab mode:on) hehe..
Seperti hari ini…..
Saya BERSYUKUR untuk Anakku Yang selaalu PROTES dirumah Karena itu artinya … dia sedang dirumah dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan. Mmh damai hati ini!!
Sumber: akuhebat.com
Haloo Sahabat, Tahu ga sih? Salah Satu hal yang membuat hati menjadi lapang dan tenang adalah dengan merenungkan keindahan ciptaan Allah Yang Maha Agung di alam semesta ini.
Albert Einsten pernah mengatakan bahwa siapapun yang memperhatikan alam semesta dengan seksama, akan tahu bahwa yang menciptkannya adalah Dzat Yang Maha Bijak.
Oleh sebab itu, APA kita masih punya alasan untuk tidak bersyukur atas semua yang kita miliki dan semua alam semesta yang kita nikmati secara Gratis ini?
Sahabat, Rasa Syukur itu memang dahsyat sekali lho efek nya. Bahkan Saya selalu mengikrarkannya seetiap harii.. dan mau tahu hasil yang sudah saya dapatkan? Mmmh.. Alhamdulillah (arab mode:on) hehe..
Seperti hari ini…..
Saya BERSYUKUR untuk Anakku Yang selaalu PROTES dirumah Karena itu artinya … dia sedang dirumah dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan. Mmh damai hati ini!!
Sumber: akuhebat.com
Jumat, 18 Oktober 2013
Kamu Hebat :: Tangkap Kesempatan Hebatmu!!
Salam Hebat,
Dear Hebat members, gimana Kabarnya hari ini? Pastikan Anda selalu Luar biasa dalam Menentukan langkah Hebat Kamu. dan Semoga Tuhan selalu MeRidhoi segala Langkahmu untuk menjadi Pemenang. Amiin
Mari kita lanjutkan dengan Cerita inspiratif yang sangat Mantap suratap ini. yang Aku dapatkan dari sahabat bernama Topan. Penasaran? Jadi begini ceritanya,
Seketika, Sebuah tantangan terbuka dilemparkan oleh Pak Ridwan, dosen bersepatu hitam juga ber’jeans hitam. Tantangan untuk mendapatkan lembaran uang Rp 10.000,- yang baru saja ia keluarkan dari saku celana kiri jeans hitamnya. Dan tentunya mendapat antusias dari para mahasiswa yang sedari tadi duduk menatap kagum dosen tersebut.
“Saya punya uang 10.000″, ucapnya pada awal jam kedua kuliah hari itu.”Dan akan saya kasih kepada siapa saja yang mau”, tambahnya
“Tapi……”Tiba-tiba seluruh suara kelas menjadi kelu seketika.mencoba menseriusi perkataan dosen berkemeja rapih yang ingin memberikan selembar uang Rp 10.000,-
“Saya akan memberikan uang 10.000 ini, tapi ada syaratnya”, lanjutnya.”tapi Berikan saya uang sebesar 3.750 , nanti akan saya kasih uang 10.000 ini ke anda”
Sontak suara-suara dalam kelas menjadi saling bersaut-sautan kembali. Merasa di tipu dan dikerjai oleh pak Ridwan yang dari tadi terus senyum kepada para mahasiswa yang kini kembali ribut.
“Saya serius!!!”"Kalau ada yang bisa memberikan saya uang 3.750 maka saya akan berikan uang 10.000 ini ke anda”Kali ini omongan pak Ridwan memaksa para pelajar strata satu ini untuk mencari jumlah uang yang di maksud sang Dosen berambut hitam itu. Tentunya agar bisa mendapatkan uang Rp 10.000,- yang bisa di dapatkan dengan mudah hanya dengan menukarkan uang yang bahkan kurang dari setengahnya. Bukan mata duitan, tapi siapa sih yang rela nolak di beri kesempatan mendapatkan uang dengan mudah. Ya kan?
Lalu, Beberapa mahasiswa sibuk krasak-krusuk mencari jumlah rupiah yang di maksud. Bahkan ada yang mengobok-ngobok dompet dan tasnya agar bisa menemukan pecahan 50 rupiah tersebut, tapi sayang, yang di dapat hanya logam kuning bernilai 100 rupiah, kelas pun menjadi riuh dalam pencarian uang berjumlah Rp.3.750,-.
Karena merasa tidak ada yang bisa menyanggupi tantangan darinya. Pa Ridwan yang terus tersenyum menengahi keributan yang semakin tidak jelas rimbanya
“OK Cukup..!!”"Saya rasa tidak ada yang berani memberikan saya uang 3.750 rupiah”"Sayang lho kalau uang 10.000 ini harus saya masukin lagi ke kantong saya”
“Yah pak, jaman sekarang susah juga nyari uang 50 rupiah”, cetus seorang mahasiswi yang semenit tadi menemukan logam kuning 100 rupiah di tasnya
“Sebenarnya kalian itu bukannya tidak ada, tapi tidak mau memberikannya”, ucap pak Ridwan mencoba menjawab.”Tadi saya lihat ada yang mengeluarkan uang 5.000″”Kenapa ngga di kasih ke saya saja??”"toh, Anda Tinggal bilang, kembaliannya buat bapak saja” “nah.. Selesaikan”
Kelas menjadi sepi kembali persis keadaan sebelum-sebelumnya.”Saya mendapatkan uang yang saya minta”"Dan kamu bisa mendapat uang 10.000 ini”, tambahnya sambil menunjukan selembar uang 10.000 yang tadi ia keluarkan dari saku celana kiri jeans hitamnya.Kelas masih tetap sepi, mencoba meresapi dan menerka maksud dosen berkemeja rapih yang masih terus tersenyum itu.
“Sebenarnya kalian itu bukan ngga punya”"Tapi terlalu pelit untuk memberikannya ke saya”, ulangnya kembali.”Apa sih ruginya ngasih saya 50 rupiah, atau 1.250 rupiah”"Toh kalian bisa mendapatkan yang lebih besar dari itu kan”
Ini hampir terjadi di keseharian kita. Banyak kesempatan yang terlewat begitu saja tanpa bisa kita manfaatkan. Banyak keinginan atau target yang sebenarnya bisa kita capai, tapi kebanyakan hanya menjadi keinginan dan kenangan belaka. Itu semua karena kita tidak mau ‘sedikit’ cape, kita tidak mau berusaha ‘sedikit’ lagi, dan yang paling sering terjadi, kita malas bahkan tidak rela berkorban demi hal yang kita inginkan.
Coba kita bisa ‘sedikit’ lebih sabar, bisa ‘sedikit’ lebih berusaha, coba ‘sedikit’ lebih rajin. Cuma ‘sedikit’ yang kita harus kita lakukan. Apalah arti ‘sedikit’ di banding apa yang nanti kita akan dapatkan. ‘Sedikit’ yang bisa memberikan kita ‘lebih’, ‘sedikit’ yang bisa membuat kita mendapatkan keinginan kita, dan ‘sedikit’ yang bisa membuat kita menjadi orang yang ‘lebih’ baik lagi.
Sekarang, Apa kita mau terus melewatkan segala kesempatan untuk mendapatkan apa yang Kamu inginkan hanya karena menyepelekan hal ‘sedikit’ ini? Kalau iya, pantas kalau pada akhirnya kita selalu mendapatkan ‘sedikit’ dari yang kita inginkan. Lebih baik katakan Tidak, dan bertekad untuk tidak melewatkan hal sekecil apapun. Toh, untuk menjadi besar (sukses) sudah pasti diawali dari Kecil dulu kan? SEMANGAAT….
Sumber: http://www.akuhebat.com
Dear Hebat members, gimana Kabarnya hari ini? Pastikan Anda selalu Luar biasa dalam Menentukan langkah Hebat Kamu. dan Semoga Tuhan selalu MeRidhoi segala Langkahmu untuk menjadi Pemenang. Amiin
Mari kita lanjutkan dengan Cerita inspiratif yang sangat Mantap suratap ini. yang Aku dapatkan dari sahabat bernama Topan. Penasaran? Jadi begini ceritanya,
Seketika, Sebuah tantangan terbuka dilemparkan oleh Pak Ridwan, dosen bersepatu hitam juga ber’jeans hitam. Tantangan untuk mendapatkan lembaran uang Rp 10.000,- yang baru saja ia keluarkan dari saku celana kiri jeans hitamnya. Dan tentunya mendapat antusias dari para mahasiswa yang sedari tadi duduk menatap kagum dosen tersebut.
“Saya punya uang 10.000″, ucapnya pada awal jam kedua kuliah hari itu.”Dan akan saya kasih kepada siapa saja yang mau”, tambahnya
“Tapi……”Tiba-tiba seluruh suara kelas menjadi kelu seketika.mencoba menseriusi perkataan dosen berkemeja rapih yang ingin memberikan selembar uang Rp 10.000,-
“Saya akan memberikan uang 10.000 ini, tapi ada syaratnya”, lanjutnya.”tapi Berikan saya uang sebesar 3.750 , nanti akan saya kasih uang 10.000 ini ke anda”
Sontak suara-suara dalam kelas menjadi saling bersaut-sautan kembali. Merasa di tipu dan dikerjai oleh pak Ridwan yang dari tadi terus senyum kepada para mahasiswa yang kini kembali ribut.
“Saya serius!!!”"Kalau ada yang bisa memberikan saya uang 3.750 maka saya akan berikan uang 10.000 ini ke anda”Kali ini omongan pak Ridwan memaksa para pelajar strata satu ini untuk mencari jumlah uang yang di maksud sang Dosen berambut hitam itu. Tentunya agar bisa mendapatkan uang Rp 10.000,- yang bisa di dapatkan dengan mudah hanya dengan menukarkan uang yang bahkan kurang dari setengahnya. Bukan mata duitan, tapi siapa sih yang rela nolak di beri kesempatan mendapatkan uang dengan mudah. Ya kan?
Lalu, Beberapa mahasiswa sibuk krasak-krusuk mencari jumlah rupiah yang di maksud. Bahkan ada yang mengobok-ngobok dompet dan tasnya agar bisa menemukan pecahan 50 rupiah tersebut, tapi sayang, yang di dapat hanya logam kuning bernilai 100 rupiah, kelas pun menjadi riuh dalam pencarian uang berjumlah Rp.3.750,-.
Karena merasa tidak ada yang bisa menyanggupi tantangan darinya. Pa Ridwan yang terus tersenyum menengahi keributan yang semakin tidak jelas rimbanya
“OK Cukup..!!”"Saya rasa tidak ada yang berani memberikan saya uang 3.750 rupiah”"Sayang lho kalau uang 10.000 ini harus saya masukin lagi ke kantong saya”
“Yah pak, jaman sekarang susah juga nyari uang 50 rupiah”, cetus seorang mahasiswi yang semenit tadi menemukan logam kuning 100 rupiah di tasnya
“Sebenarnya kalian itu bukannya tidak ada, tapi tidak mau memberikannya”, ucap pak Ridwan mencoba menjawab.”Tadi saya lihat ada yang mengeluarkan uang 5.000″”Kenapa ngga di kasih ke saya saja??”"toh, Anda Tinggal bilang, kembaliannya buat bapak saja” “nah.. Selesaikan”
Kelas menjadi sepi kembali persis keadaan sebelum-sebelumnya.”Saya mendapatkan uang yang saya minta”"Dan kamu bisa mendapat uang 10.000 ini”, tambahnya sambil menunjukan selembar uang 10.000 yang tadi ia keluarkan dari saku celana kiri jeans hitamnya.Kelas masih tetap sepi, mencoba meresapi dan menerka maksud dosen berkemeja rapih yang masih terus tersenyum itu.
“Sebenarnya kalian itu bukan ngga punya”"Tapi terlalu pelit untuk memberikannya ke saya”, ulangnya kembali.”Apa sih ruginya ngasih saya 50 rupiah, atau 1.250 rupiah”"Toh kalian bisa mendapatkan yang lebih besar dari itu kan”
Ini hampir terjadi di keseharian kita. Banyak kesempatan yang terlewat begitu saja tanpa bisa kita manfaatkan. Banyak keinginan atau target yang sebenarnya bisa kita capai, tapi kebanyakan hanya menjadi keinginan dan kenangan belaka. Itu semua karena kita tidak mau ‘sedikit’ cape, kita tidak mau berusaha ‘sedikit’ lagi, dan yang paling sering terjadi, kita malas bahkan tidak rela berkorban demi hal yang kita inginkan.
Coba kita bisa ‘sedikit’ lebih sabar, bisa ‘sedikit’ lebih berusaha, coba ‘sedikit’ lebih rajin. Cuma ‘sedikit’ yang kita harus kita lakukan. Apalah arti ‘sedikit’ di banding apa yang nanti kita akan dapatkan. ‘Sedikit’ yang bisa memberikan kita ‘lebih’, ‘sedikit’ yang bisa membuat kita mendapatkan keinginan kita, dan ‘sedikit’ yang bisa membuat kita menjadi orang yang ‘lebih’ baik lagi.
Sekarang, Apa kita mau terus melewatkan segala kesempatan untuk mendapatkan apa yang Kamu inginkan hanya karena menyepelekan hal ‘sedikit’ ini? Kalau iya, pantas kalau pada akhirnya kita selalu mendapatkan ‘sedikit’ dari yang kita inginkan. Lebih baik katakan Tidak, dan bertekad untuk tidak melewatkan hal sekecil apapun. Toh, untuk menjadi besar (sukses) sudah pasti diawali dari Kecil dulu kan? SEMANGAAT….
Sumber: http://www.akuhebat.com
Langganan:
Postingan (Atom)




